Jakarta, innews.co.id – Tidak terbersit sedikitpun dalam hatinya, tempat dimana ia sehari-hari mengais rejeki harus porak-poranda, hancur berkeping-keping lantaran ulah massa radikal.

Kejadian yang memilukan itu terjadi sekitar Pukul 02.30 WIB dinihari, di saat orang tidur pulas, massa meringsek dua rumah malan khas Manado dan merusaknya.

Kedua rumah makan yang menjadi korban amuk massa tersebut adalah Rumah Makan Manado Andy Watung dan Rumah Makan Bunaken. Selain memporak-porandakan kedua rumah makan tersebut, massa juga menghancurkan dua unit mobil yang berada di lokasi.

Seperti dikisahkan Yetty Sofia Watung (50), salah satu pemilik rumah makan Manado Andy Watung.

Malam itu sekitar Pukul 24.00 WIB, kondisi warung sudah ditutup. Sementara Yetty hendak menjalankan kebiasaan rutinnya berdoa sebelum tidur.

Menurut Yetty, saat dirinya hendak tidur pulas, sekitar Pukul 02.30 WIB dinihari, terdengar ramai teriakan orang-orang dari luar yang ingin membakar warung miliknya. Bahkan ia mengakui sempat mendengar ada ancaman untuk membunuh dirinya.

“Selesai berdoa mau pulas tidur, tahu-tahu di luar sudah teriak-teriak bakar saja bakar, kalau perlu bunuh saja,” kata Yetty menirukan ucapan mass radikal itu di Rumah Makan Manado Andy Watung, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Yetty mengatakan, ia sempat mengintip dari lantai 2 warungnya. Dia melihat sekelompok orang tak dikenal itu melempari warung miliknya dan membakar kulkas yang berada di luar.

Dia menambahkan, dari penglihatannya, massa yang menghancurkan warungnya mengenakan kopiah dan kebanyakan anak muda.

Kejadian berlangsung lebih dari 10 menit dan mengakibatkan kerugian besar.

“Lebih dari 10 menit. Mereka rata-rata berpeci terus kebanyakan mereka anak muda mengendarai sepeda motor. Jalan penuh oleh kendaraan mereka,” tutur Yetty lagi.

Usai melakukan aksinya, massa radikal itu pergi begitu saja.

Yetty mengaku telah melaporkan kepada pihak kepolisian. Menurutnya pihak kepolisian akan menyelidiki dari rekaman CCTV yang terpasang di Jl. Jend. Ahmad Yani.

“Sudah kami laporkan ke Polsek Cempaka Putih, nanti mau dilihat dari rekaman CCTV. Kiranya kasus ini bisa diusut tuntas,” harapnya. (RN)