Jakarta, innews.co.id – Keberhasilan Kemenkop dan UKM memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK lima tahun berturut-turut, dari tahun 2014 sampai dengan 2018, merupakan prestasi yang membanggakan.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dari Pak Menteri kepada seluruh Pengelola Anggaran yang telah mensupport selama hampir lima tahun ini, sehingga Kemenkop dan UKM berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK lima tahun berturut-turut, dari tahun 2014 sampai dengan 2018” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan saat membuka Rakor Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dalam rangka penyusunan laporan keuangan Kementerian Koperasi dan UKM Semester I TA 2019, di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Ia berharap semua pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan keuangan ini tetap mempertahankan opini WTP tersebut.

“Di era keterbukaan saat ini semuanya serba transparan, sehingga tugas kita tidak ringan, kalau kita tidak sungguh-sungguh, maka akan terlihat dengan jelas sekali dan sebagai aparat pemerintah akan terpantau oleh publik kinerjanya,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Biro Keuangan Kemenkop dan UKM Elly Muchtoria dalam sambutannya menyatakan harapannya bahwa dengan pelaksanaan Rakor SAI ini, laporan Keuangan Kemenkop dan UKM yang merupakan hasil konsolidasi laporan keuangan dari 347 satuan kerja dapat tersaji secara akurat, akuntabel, dan tepat waktu”.

Rakor ini mengundang Inspektur Kemenkop dan UKM Adi Trisnojuwono sebagai narasumber yang menyampaikan materi dengan tema ‘Langkah-langkah pencegahan terjadinya penyimpangan anggaran dalam pelaksanaan dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan’.

Sebagai rangkaian acara ini, kemarin juga telah digelar Bimbingan teknis untuk memperkenalkan berbagai aplikasi sistem dalam penyusunan laporan keuangan, yang diikuti oleh para petugas penyusun laporan keuangan dari 86 Satker Tugas Pembantuan yang baru terbentuk tahun 2019. (RN)