Para personil TNI tengah menjalani apel

Jakarta, innews.co.id – Pemerintah berencana menaikkan anggaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi sebesar Rp131 triliun di 2020 atau naik Rp10 triliun dibanding tahun 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Sisriadi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Bersamaan dengan itu, Presiden Joko Widodo juga menaikkan tunjangan bagi prajurit militer menjadi 80 persen dari semula hanya 70 persen saat periode 2019.

Saat ini, hal tersebut masih diproses di Kementerian Keuangan. “Itu kan masih proses di Kementerian Keuangan, jadi kita belum tahu. Itu urusannya nanti Menteri Pertahanan dan Menteri Keuangan, jadi TNI tinggal terima bersih,” kata Sisriadi.

Saat peringatan ulang tahun TNI ke-74, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa anggaran pertahanan pada 2020 akan ditingkatkan menjadi Rp 131 triliun. β€œAlokasi anggaran pertahanan tahun 2019 sebesar Rp121 triliun, akan dinaikkan menjadi lebih dari Rp131 triliun, pada 2020,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, kenaikan anggaran ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas kerja bagi angkatan bersenjata. Pemerintah juga akan menyiapkan kredit perumahan untuk prajurit hingga jangka waktu 30 tahun.

Sebelumnya, pengamat militer, politik, dan sosial kemasyarakatan Dr. John N. Palinggi, MM., MBA., menyampaikan keprihatinannya terhadap kesejahteraan personil TNI, terutama di daerah-daerah. Bahkan, John mengatakan, Kantor Kodim atau kantor setingkat pada matra laut dan udara, di banyak tempat, biasanya ada perumahan atau asrama perwira, itu atap sengnya masih sama dengan 35 tahun silam. Sungguh memprihatinkan.

Bak gayung bersambut, keprihatinan John Palinggi disambut dengan niat baik pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan TNI lewat penambahan anggaran. (RN)