Ketum KDT (kedua dari kiri) ditemani para pengurus bersama Dirut BODT Ary Prasetio

Jakarta, innews.co.id – Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) mengklaim telah berhasil mendatangkan 7 investor untuk membangun infrastruktur di Danau Toba dengan nilai investasi ditaksir mencapai Rp6,1 triliun.

Arie Prasetyo Direktur Utama BPODT kepada innews, Selasa (15/10) menjelaskan, dari investasi tersebut, yang akan berjalan di awal senilai Rp2 triliun. Investor tersebut diperoleh dari IMF World Bank Meeting di Bali, belum lama ini.

Arie berharap sampai akhir tahun depan infrastruktur utilitas dasar sudah bisa terbangun semua di atas lahan seluas 386,72 hektar. “Pembebasan lahan sudah dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup untuk dijadikan Toba Kaldera Resort atau lahan otorita,” lanjut Arie.

Di sisi lain, untuk jalan, Balai Besar Jalan Nasional telah merealisasikan pembangunan jalan sepanjang 1,9 kilometer dengan lebar 18 meter di area Selatan Zona Otorita. Total jalan yang akan dibangun sepanjang 8,8 kilometer.

Sementara itu, diinformasi, dari total anggaran dari Pemerintah Pusat sebesar Rp4,04 triliun, pembagian yang dilakukan adalah Kementerian Perhubungan mendapat Rp1,06 triliun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Rp2,5 triliun), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Rp23 miliar), Badan Ekonomi Kreatif (Rp4,8 miliar), Kementerian Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Rp17 miliar), dan Kementerian Pariwisata (Rp400 miliar).

Menanggapi hadirnya investor dalam membangun Kawasan Danau Toba, Edison Manurung, SH., MM., Ketua Umum Komite Danau Toba (KDT) mengharapkan agar semua calon investor ini serius dalam merealisasikan Percepatan Wisata Danau Toba mendunia era Jokowi demi kesejahteraan masyarakat se-Kawasan Danau Toba.

“Ya, kita senang dengan hadirnya para investor. Tentu ini akan mempercepat pengembangan wilayah tersebut,” ujar Edison. (RN)