Osye Anggandarri SH., Ketua Pengwil IPPAT Jawa Barat (kanan) bersama Sekretaris Umum Pengwil IPPAT Jabar Yulia Mulyawati

Bandung, innews.co.id – Perjalanan sekitar 8 bulan lebih memimpin Pengurus Wilayah (Pengwil) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Jawa Barat, penuh lika-liku dan menjadi cerita tersendiri bagi Osye Anggandarri, SH., Ketua Pengwil IPPAT Jabar yang dikukuhkan pada 12 Desember 2018 lalu.

Salah satu hal yang membanggakan, bagi Osye adalah melihat antusiasme rekan-rekan di daerah terhadap keberadaan IPPAT. “Tapi jelas banyak dinamika dan permasalahannya. Karena tidak mudah memimpin 4.000 PPAT di seantero Jabar,” aku Osye.

Osye Anggandarri, SH (keempat dari kiri) mewakili Ketua Umum PP INI membuka acara Seminar di Bekasi

“Suasana IPPAT kini semakin semarak, terutama kehadiran rekan-rekan PPAT muda yang menyebut dirinya ‘PPAT Milenial’. Mereka sangat senang mengikuti kegiatan di IPPAT. Tak heran mereka selalu menunggu apalagi kegiatan yang akan dibuat berikutnya, terutama yang menyentuh kepentingan anggota secara langsung,” urai Osye saat dihubungi innews, Kamis (12/9/2019).

Tak heran, Osye mengaku, bersama rekan-rekan pengurus lainnya tengah mempersiapkan beberapa kegiatan dalam waktu dekat, misalnya Seminar Nasional, Perayaan HUT UUPA dan Rapat Kerja Nasional.

Meski begitu, Osye mengaku sedikit gundah gulana karena melihat ada beberapa PPAT yang mungkin karena kekuranghati-hatian dan kecerobohan harus berurusan hukum.

Osye Anggandarri, SH., tampak kompak bersama Ketua Umum PP INI Yualita Widhadari dan Sekum PP INI Tri Firdaus Akbar

“Sebagai Ketua Pengwil IPPAT Jabar tentu saya sedih melihat realitas demikian. Karena itu, saya mau memperkuat Tim Advokasi dan Pengayoman yang ada dalam struktur Pengwil dengan komposisi semua mantan lawyer sebelum membuka praktik sebagai PPAT. Hal lainnya, kami membuka Klinik Hukum Gratis setiap hari Jumat di Sekretariat Pengwil IPPAT dari jam 14.00-17.30 WIB, yang dimotori oleh tim advokasi tersebut,” urai Osye.

Sementara secara eksternal, lanjut Osye, tantangan yang dihadapi, terkait adanya peraturan atau kebijakan baru dari pemerintah (BPN, Kantor Pajak, dan lainnya) yang dapat mengganggu pekerjaan sehari-hari PPAT. “Kami pengurus mencoba menjalin komunikasi yang baik dengan instansi-instansi terkait dan cepat menanggapi keluhan anggota mengenai kebijakan baru tersebut.

Bersama Ketua Umum PP IPPAT Julius Purnawan dalam sebuah diskusi umum

Hubungan baik yang dibangun oleh Osye dan Pengurus Pengwil selama ini berbuah manis yakni, dengan diberikannya tempat untuk Sekretariat Pengwil. Osye berharap daerah-daerah juga bisa melakukan hal yang sama. “Jalinlah kemitraan dengan pemerintah di daerah masing-masing,” imbuh Osye. (RN)