Para Pengurus ILUNI FHUI

Jakarta, innews.co.id – Tidak main-main, tahun ini, tepatnya 28 Oktober 2019, bersamaan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) genap berusia 95 tahun, nyaris seabad. Sudah demikian matang tentunya. Namun, tantangan tetap ada sesuai zamannya.

Menyikapi 95 tahun FHUI, secara khusus innews menemui Ashoya Ratam, SH., M.Kn., Ketua Umum Ikatan Alumni (ILUNI) FHUI di kantornya, di bilangan Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019) siang.

Ashoya Ratam, SH., M.Kn., Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia zaman now

Menurut wanita cantik yang dikenal juga sebagai Notaris/PPAT ini, ada sejumlah agenda acara di bulan Oktober ini, baik yang dilakukan fakultas maupun ILUNI FHUI. Di antaranya, yang dilakukan ILUNI UI adalah Nobar Ketoprak Guru Besar UI, Sarasehan ILUNI FHUI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, FGD mengenai fintech, Diskusi Hukum mengenai Perpres No 13 Tahun 2008, dan ditutup dengan Pesta Rakyat, dimana para alumni akan mengadakan flashmob yang dibarengi penyerahan mesin tap water dalam rangka ‘diet plastik’ Kampus FHUI. ILUNI FHUI juga akan melaunching maskot ‘Burung Hantu’ yang kerap dilukiskan sebagai hewan yang cerdas. Demikian juga disajikan sejumlah merchandise ILUNI UI, mulai dari kaos, power bank, thumbler, dan lainnya.

Sementara itu rangkaian acara FHUI sendiri antara lain, diskusi publik, bedah film, diskusi ilmiah, workshop, seminar dan lainnya.

Ashoya menilai, setiap zaman ada tantangannya. Seperti yang sekarang dihadapi dalam konteks bangsa adalah menyikapi Revolusi Industri 4.0. Sementara di lingkup fakultas tentu bicara soal kelengkapan fasilitas penunjang. Demikian juga dengan semakin banyaknya mahasiswa FHUI, dimana tahun ini tercatat diterima 700 mahasiswa baru, naik hampir 2 kali lipat dibanding sebelumnya yakni, 450-an mahasiswa. Demikian juga jurusan kenotariatan, penerimaan mahasiswa naik jadi 300 orang, dari 200 orang sebelumnya.

Ashoya Ratam (ketiga dari kanan) bersama Rektor UI terpilih dan Ketua Umum ILUNI UI

Dijelaskan Ashoya, di eranya, alumni tidak hanya terfokus pada sarana perkuliahan, tapi bagaimana menggugah partisipasi dan kontribusi para alumni untuk fakultas secara lebih luas. Hal ini mengingat pembangunan dan perbaikan sarana fasilitas perkuliahan juga telah melibatkan lintas angkatan.

Ashoya menambahkan, naiknya jumlah mahasiswa hampir 2 kali lipat tentu juga membutuhkan solusi dari pihak fakultas. Ini menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi dengan semakin banyaknya mahasiswa, dibutuhkan tenaga pengajar lebih banyak. Pengadaan dosen tidak tetap bisa menjadi solusi.

Disoroti pula mengenai ranking FHUI secara nasional yang selalu berada di urutan pertama. Bagi Ashoya, ini secara tidak langsung menjadi beban untuk bagaimana terus mempertahankan posisi ini agar tidak disalip oleh FH universitas lain. “Tentu dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas, baik dari pihak fakultas, mahasiswa, maupun alumni untuk mendorong hal ini,” kata Ashoya.

Ashoya Ratam (kedua dari kiri) bersama Wakil Ketua MPR RI, Ibu Lestari Moerdijat sebagai Anggota Lembaga Penasihat ILUNI UI dan rekan-rekan saat menghadiri pelantikan kepengurusan ILUNI UI

Namun begitu, Ashoya menilai prestasi yang ditorehkan oleh para mahasiswa FHUI di sejumlah kompetisi bisa juga menjadi barometer sejauh mana keunggulan FHUI. Dan lagi, tambah Ashoya, zaman now adalah eranya kompetisi, sehingga dituntut kesiapan yang paripurna.

Dijelaskannya, peran alumni juga punya bobot dalam ikut mendukung FHUI tetap bertengger di urutan pertama. Demikian juga dilihat kesiapan lulusan untuk masuk pada dunia kerja.

Bidang 2 ILUNI FHUI mengadakan Alumni Mentoring bersama Ahmad Fikri Assegaf Founder of Assegaf Hamzah and Partners, 30 Juli 2019

Lebih jauh bicara soal jumlah alumni FHUI, Ashoya mengatakan, sejauh ini data yang dapat dihimpun dalam database ILUNI FHUI sekitar 4.200 orang. Namun, faktanya tentu lebih banyak lagi. “Kami saat ini terus mencari lewat berbagai sumber mengenai data-data Alumni FHUI. Bukan perkara mudah, karena tentunya sudah tersebar di berbagai tempat. Kami masukkan sebagai data bila jelas nomor telepon dan e-mailnya,” terang Ashoya.

Kedepan, Ashoya berharap, para Alumni FHUI bisa semakin erat, karib, dan guyub dalam memperjuangkan berbagai hal demi almamater tercinta. Tidak itu saja, ILUNI FHUI juga diharapkan terus bergandeng tangan dengan pihak fakultas–khususnya dan rektorat pada umumnya. (RN)