Tim pengacara yang terdiri dari Djonggi Simorangkir SH., MH., DR. Ida Rajagukguk SH., MH., Glenn Felix SH., MH., Ridwan Sitorus SH., dan Margaretha Sihombing SH.,

Batam, innews.co.id – Tiga bukti baru yang ditemukan menguatkan dugaan adanya penipuan yang dilakukan Ruki terhadap Rudi Lu, terpidana kasus pengrusakan lahan tahun 2015, PT Pratama Dwiniaga Sejati yang berada, di Komplek Taman Harapan Indah Blok I Rt 002/010, Batam.

Melalui kuasa hukumnya, tim pengacara yang terdiri dari Djonggi Simorangkir SH., MH., DR. Ida Rajagukguk SH., MH., Glenn Felix SH., MH., Ridwan Sitorus SH., dan Margaretha Sihombing SH., dibacakan 20 novum baru, namun tiga novum awal disebutkan pertama, pembohongan alat bukti Berita Acara Rapat Pematangan Lahan dari BP Batam.

Disampaikan, pertama, bahwa ada dugaan berita acara pematangan lahan yang dimiliki Ruki tersebut palsu. Pasalnya surat pematangan lahan itu dibantah bahkan Yudi Cahyono dan Tombok Siahaan sebagai pejabat BP Batam melalui surat pernyataan bahwa itu tidak benar dan menjadi bukti baru.

Kedua, sertifikat yang dikeluarkan BPN Batam terhadap lahan, tertera bahwa sertifikat HGB no 363/bengkong laut Firman diterbitkan 2003 HGB1338, 1339, 1340, 1341, 1342, 1343, 1344, 1345, 1346 bengkong laut tanggal 31 Juli 2008 atas nama PT Pratama Dwiniaga Sejati.

Dimana dalam sertifikat tertera berupa lahan telah berdiri bangunan permanen, namun dicek petugas BPN ternyata lahan kosong tanpa bangunan alias lahan kosong di mana hanya ada pohon pisang dan rumput dan dipatok lahan milik perusahaan.

Ketiga, keterangan Domisili Usaha atas nama PT. Pratama Dwiniaga Sejati berdasarkan surat domisili NO 129/517/BL/III/2008 tersebut setelah dicek kebenarannya tidak pernah melapor ke Kecamatan Bengkong.

“Lahan tersebut tertera dalam PL merupakan row jalan, anehnya kok akan dibangun perumahan dan lahan tersebut milik Firman, bukan Ruki sesuai tertera di sertifikat HGB,” Kata DR. Djonggi Simorangkir SH. MH usai sidang, Kamis, (12/04).

Selain itu, dalam persidangan DR. Djonggi Simorangkir SH. MH dengan tegas membacakan novum lainnya, walaupun majelis hakim ketua Chandra SH., MH., meminta agar dibacakan pokoknya saja, namun tim penasihat hukum Rudi Lu tetap membacakannya.

“Kami tetap membacakannya yang mulia,” ujar Djonggi penuh ketegasan.

Ia mengatakan, seluruh novum tersebut merupakan yang ada di berkas Rudi Lu karena semua alat bukti baru yang diajukan PK harus sesuai dan yang ada dalam verbal terdahulu dan semua alat bukti tidak diteliti oleh jaksa dan kemungkinan ada kekhilafan hakim sehingga hak-hak terpidana terzolimi,” tukasnya.

Berkaca pada novum baru tersebut, sejatinya Rudi Lu bisa bebas dari segala tuntutan yang menjeratnya. (RN)