Henny Handayani (tengah) bersama para punggawa Garda Muda JKW2P dan Gerakan Muda Nawacita

Jakarta, innews.co.id – Pemilihan presiden usai sudah. Pada 20 Oktober 2019 nanti, Presiden dan Wakil Presiden terpilih akan dilantik. Namun, kerja para relawan belumlah usai. Ada satu tanggung jawab besar dari para relawan, yakni mengawal program-program Jokowi untuk 5 tahun kedepan dan memastikan program tersebut mendarat mulus kepada masyarakat.

Untuk itu, Henny Handayani, SH., MH., Ketua Umum Garda Muda Jokowi 2 Periode dan Gerakan Muda Nawacita menginisiasi diadakannya acara ‘Konvensi Rakyat’ yang akan digelar di Jakarta, 23 Agustus 2019 nanti.

Dijelaskannya, acara ini sebagai bentuk tanggung jawab dari para relawan yang merasa punya tanggung jawab besar mengawal pemerintahan Jokowi sampai 5 tahun kedepan.

Henny Handayani, SH., MH., Ketua Umum Garda Muda Jokowi 2 Periode dan Gerakan Muda Nawacita

“Nantinya para relawan akan merumuskan apa-apa saja yang bisa dikawal terkait implementasi program-program Presiden Jokowi,” jelas Henny di Jakarta, Kamis (15/8/2019) malam.

Lebih jauh Henny menjelaskan, selain program-program pembangunan, masalah pemberantasan korupsi juga menjadi perhatian para relawan. “Kami ingin anggaran yang ada bisa benar-benar dimanfaatkan untuk kemaslahatan rakyat, bukan menjadi bancaan pejabat dan pengusaha nakal,” tukas Henny.

Pemberantasan korupsi, menurut Henny, harus juga menjadi fokus pemerintahan Jokowi di periode kedua ini. “Kalau terjadi korupsi, pasti ada yang tersakiti, yakni rakyat,” sambung Henny.

Dalam ‘Konvensi Rakyat’ nanti, juga akan dibahas serangkaian persoalan lain di negeri ini, seperti menurunkan kematian ibu dan anak, pembangunan SDM Indonesia, peningkatan kesehatan, ketersediaan lapangan pekerjaan, dan sebagainya.

Hasil ‘Konvensi Rakyat’ ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah untuk bisa diterima.

“Kita berharap Presiden Jokowi dapat menghadiri pertemuan tersebut sekaligus memberikan arahan kepada para relawan agar bisa menjalankan fungsi pengawasannya dengan baik,” tutur Henny yang mengaku siap bila diberi amanah atau penugasan dari Presiden Jokowi.

Mengenai kemungkinan Capres 2024 bakal dibahas, Henny mengaku, belum kearah sana. “Tapi memang kita membutuhkan sosok seperti Presiden Jokowi agar terjadi pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (RN)