Jakarta, innews.co.id – Garut dan Tasikmalaya merupakan dua daerah di Jawa Barat yang memiliki segudang potensi untuk dikembangkan. Sayangnya, kedua daerah tersebut hingga kini masih belum maju. Pun masyarakatnya masih jauh dari kata ‘sejahtera’.

Realitas yang mengenaskan menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi putri asli Garut Agnes Marcellina tatkala dirinya membulatkan tekad untuk maju sebagai wakil rakyat dari Partai Gerindra daerah pemilihan Jabar XI yang meliputi Garut dan Tasikmalaya (kabupaten/kota), nomor urut 3 pada Pemilu Legislatif, 17 April 2019 nanti.

Agnes Marcellina dicintai warga Garut

Wanita cantik kelahiran Garut, 21 Januari 1966 dikenal sebagai sosok yang cerdas dan berintegritas. Ia tercatat meniti karir mulai dari perbankan, World Book International, berkecimpung dalam dunia pendidikan, lalu menjadi eksportir perikanan, serta kini terlibat dalam pilot project Pertanian Organik di Garut yang juga melibatkan dunia pendidikan dimana para pelajar menimba ilmu dan bergembira di kebun.

“Garut dan Tasikmalaya belum termasuk daerah maju di Jawa Barat. Khususnya di Garut, masih dikatakan tertinggal dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Tingkat pendapatan penduduk masih sangat minim sehingga berdampak terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan warganya. Padahal potensi dari wilayah ini sebagai penghasil daerah pertanian, peternakan, dan perikanan serta UMKM sangat besar sekali. Ini yang harus dibantu dengan program-program pemerintah. Dan, jika terpilih, saya bisa membantu memperjuangkan dapil ini dalam rangka memberikan program-program langsung yang bisa dirasakan oleh masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” urainya.

Tidak itu saja, Agnes juga ingin berperan dalam fungsi legislatif yaitu ikut melahirkan undang-undang yang berpihak kepada rakyat, perempuan, dan anak-anak serta mengalokasikan anggaran bagi perbaikan hidup, perbaikan pendidikan–spesial di dapilnya.

Agnes Marcellina aktif turun ke masyarakat

Apa yang akan ia lakukan sejalan dengan agenda besar Partai Gerindra yakni mengupayakan kesejahteraan bagi rakyat yang berkeadilan, nasionalis, dan religius dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Jalan terjal

Agnes menyadari, ‘pertarungan’ di dapilnya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Agnes Marcellina minta masyarakat tidak salah memilih

Kendala terbesar yang ia hadapi adalah cakupan wilayahnya sangat besar sekali secara geografis. Di Kabupaten Garut ada 5 dapil, Kabupaten Tasikmalaya (7 dapil), dan Kota Tasikmalaya (4 dapil) yang semuanya ada 105 kecamatan dan 862 desa dan kelurahan. Belum lagi secara geografis berjauhan dan akses masih sangat terbatas membuatnya tidak mudah bertemu dengan seluruh masyarakat di dapil dalam jangka waktu yang pendek.

Belum lagi secara politis, kendalanya adalah politik identitas menguat dalam kondisi politik saat ini sehingga harus pandai-pandai dalam mengelola isu ataupun paparan yang harus dijelaskan kepada calon pemilih.

Agnes Marcellina siap perjuangkan rakyat

Meski begitu, Agnes berkeyakinan kursi Partai Gerindra akan bertambah di semua tingkatan, baik untuk DPRD II, DPRD I, dan DPR RI. “Untuk pusat, saya optimis bahwa 2 kursi akan diraih,” tutur Juru Bicara BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi ini seraya berujar, Insyaallah, salah satu kursi akan ia peroleh.

Ketika disinggung soal komitmennya tetap turun ke masyarakat bila sudah terpilih, dengan lantang Agnes berujar, “Sudah pasti saya akan terus memperhatikan konstituen karena itu merupakan amanat yang dititipkan kepada wakil rakyat dan ini tidak boleh dikhianati. “Insyaallah saya dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik sesuai dengat motivasi dan semangat saya masuk ke partai politik ataupun menjadi caleg,” tandasnya.

Bagi Agnes Marcellina, suara rakyat harus diperjuangkan

Dunia politik bukan sesuatu yang baru yang Agnes. “Saat anak bungsu saya beranjak dewasa, saya memutuskan untuk mulai menyumbangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk orang lain. Mengabdi bagi bangsa dan negara dan jalur politik yang saya pilih dengan mulai menjadi caleg Gerindra di 2014 di dapil Jabar XI sama seperti sekarang,” imbuhnya. Kecintaannya pada tanah kelahirannya membuat ia kembali di 2019 ini lewat dapil yang sama.

Agnes Marcellina concern di dunia pendidikan

Kepada konstituen, Agnes yang bila terpilih nanti cenderung memilih Komisi IV DPR RI ini mengimbau, agar menggunakan akal sehat dalam memilih calon pemimpin.

Agnes Marcellina, ayunkan langkah pasti menuju Senayan

“Kita ingin negara maju dan ini harus diperjuangkan bersama. Jangan berpikir untuk jangka pendek saja yaitu dengan menerima sogokan sebagai pengganti suara tetapi saat Pilpres dan Pileg ini, warga negara Indonesia diberikan pilihan untuk menentukan haknya dan gunakan hak itu dengan sebaik-baiknya,” tukasnya. (RN)