Jakarta, innews.co.id – Raut geram, kesal, dan marah menyelimuti wajah Ketua Umum Pemuda Bravo 5 Ali Franser Marasabessy ketika diajak bicara soal ragam hoaks yang muncul kian deras, bak tsunami yang menerpa Paslon 01.

“Beberapa hari lalu muncul Propaganda Rusia, kini muncul lagi soal kebohongan adanya kebocoran anggaran negara 25 persen yang disampaikan Prabowo. Ini sangat tidak benar. Hanya pengalihan isu Propaganda Rusia saja,” kata Ali saat ditemui di bilangan Cikini, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, sebagai pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Pemuda Bravo 5 sangat tidak yakin akan hal itu.

“Kami mendukung statement Pak Jokowi bahwa kalau memang benar ada kebocoran anggaran negara 25 persen, silahkan laporkan ke KPK,” ujar Ali.

Ali menantang Paslon 02 untuk membuktikan benar tidaknya ada kebocoran tersebut. Sekalian juga dibuktikan soal terkaitnya Paslon 02 pada Panama Papers. “Kalau memang benar, ayo buktikan. Jangan hanya bisa koar-koar saja,” tantang Ali.

Dikatakan, ini model pembelajaran politik tidak baik yang sudah diketengahkan Paslon 02. “Sengaja menghembuskan berita-berita bohong supaya tujuannya tercapai. Ini berbahaya bagi rakyat Indonesia, terutama generasi muda,” tandasnya.

Sementara itu, dalam rilis yang diterima disampaikan isu kebocoran anggaran yang sengaja dicuatkan Prabowo Subianto minggu ini, dengan tujuan untuk menghancurkan kredibilitas Pemerintah di era Presiden Jokowi.

Munculnya isu ini, tulis rilis Pemuda Bravo 5 tersebut, kian meyakinkan pihaknya bahwa Propaganda Rusia dengan bantuan konsultan asing itu memang ada.

“Sekali lagi, kami menantang Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk membuktikan kebenaran ucapan mereka, sekaligus soal keterlibatan mereka di Panama Papers dan Paradise Papers. Jangan jadi, maling teriak maling saja bisanya,” tandas Ali. (RN)