Jakarta, innews.co.id – Sudah lebih dari 20 tahunan ia meniti karir politik di Partai Golkar. Di usia yang masih belia, ia juga pernah berkiprah di KNPI. Serta pernah masuk Kosgoro 1957.

Ia juga sudah tiga kali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, namun mungkin belum beruntung. Awalnya, ia pernah mencalonkan diri melalui daerah pemilihan di Sulawesi Selatan. Namun, untuk Pemilu Legislatif 2019 nanti, ia masuk dari Partai Golkar daerah pemilihan Jawa Barat III yang meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur untuk DPR RI nomor urut 3.

Bagi Amriyati Amin, SH., MH., dirinya ingin mencalonkan diri sebagai anggota dewan tak lain karena ingin mengabdi secara lebih luas kepada masyarakat. Karirnya selama ini sebagai Notaris/PPAT, telah membawanya melihat masyarakat dalam dimensi yang luas. Hal ini pula yang membuatnya terpanggil untuk melanjutkan pengabdian menjadi anggota dewan.

Bicara soal kondisi di Bogor dan Cianjur, menurut Amriyati, kebanyakan masyarakat di sana hidup dari pertanian. “Adalah penting pemerintah memperhatikan nasib para petani di sana. Dengan kata lain, bagaimana pemerintah bisa lebih aware dengan membeli hasil pertanian dan tidak malah mengutamakan impor beras,” ujar Amriyati kritis saat ditemui di kantornya di bilangan Kuningan, Jakarta, Jumat (25/10).

Amriyati berkeyakinan pemerintah akan sanggup memberdayakan para petani karena dari sisi lahan pertanian sendiri masih cukup luas. “Asal ada political will dari pemerintah kepada para petani di Cianjur dan Bogor, hal itu bisa direalisasikan,” yakin Amriyati seraya mengendus selama ini ada ‘permainan’ yang dilakukan oleh para tokek atau praktek kartel.

Sentra padi

Cianjur sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu sentra padi, sekaligus pemasok beras di Indonesia. Amriyati menekankan, perlu ada keberpihakan pemerintah terhadap para petani. Kalau pun selama ini ada, tapi nampaknya belum paripurna.

“Bisa saja secara ekstrem, pemerintah membatasi jumlah impor hanya sekian ribu kuotanya, sementara yang lain dipenuhi oleh produk petani lokal. Dengan begitu, para petani juga termotivasi untuk bercocok tanam dengan terarah,” kata Amriyati.

Amriyati mencontohkan, bagaimana komitmen pemerintah membangun infrastruktur yang mungkin tadinya begitu berat, tapi karena sudah fokus dan serius, bisa juga dijalankan.

Melek teknologi

Lebih jauh Amriyati mengatakan, masa pencalegan ini, dirinya juga fokus menggarap kaum milenial. “Betul, sekarang ini kemajuan teknologi telah membuat kita memahami bahwa mau tidak mau harus masuk ke aspek itu,” ujarnya.

Ditambahkannya, sebagai caleg kita juga harus memahami dan memanfaatkan media-media sosial untuk dapat meraih suara dari kelompok milenial. “Medsos sangat berperan, disamping tetap perlu diadakan pertemuan-pertemuan langsung dengan masyarakat,” imbuhnya.

Meski mencalonkan diri, Amriyati tetap merasa enjoy dalam pencalegan ini. “Saya tetap enjoy dan menikmati pencalegan ini. Tentu saya berharap bisa terpilih untuk bisa lebih mengkonkritkan perjuangan sebagai anggota legislatif,” ujarnya. (RN)