H.M. Andy Arslan Djunaid, SE., Ketua Umum Kospin Jasa

Jakarta, innews.co.id – Penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 6 persen dan kenaikan plafon pinjaman menjadi Rp50 juta disambut baik oleh berbagai pihak.

Praktisi koperasi nasional H.M. Andy Arslan Djunaid, SE., dalam pesan singkatnya kepada innews, Selasa (21/1/2020) mengatakan, “Penurunan bunga KUR menjadi 6% dan kenaikan plafon pinjaman menjadi Rp50 juta, saya kira berdampak positif, khususnya bagi UMKM karena bisa mendapat modal dengan bunga yang lebih murah”.

Andi yang juga Ketua Umum Kospin Jasa ini meyakini hal tersebut bisa memacu UMKM untuk lebih bergairah dan naik kelas. “Ini sebuah kebijakan yang sangat jitu,” tutur Andi.

Sebagai salah satu koperasi penyalur KUR di Tanah Air, Andi mengaku, sempat ada kendala beberapa waktu lalu. “Kendala yg di hadapi Kospin beberapa waktu lalu adalah masalah persetujuan SLIK yang lambat. Baru disetujui akhir September 2018, sehingga di 2019, penyaluran hanya tercapai sekitar 40% saja. Di 2020 ini, saya yakin target penyaluran di Kospin akan bisa tercapai,” jelasnya.

Di tahun 2020 ini, Kospin Jasa menargetkan bisa menyalurkan KUR sebesar Rp50 miliar kepada UMKM.

Andi menghimbau agar komitmen untuk membesarkan dan menguatkan kelembagaan koperasi dapat lebih serius supaya lebih banyak lagi koperasi besar dan sehat.

“Kalau koperasi besar dan sehat, dimana didalamnya ada banyak UMKM yang terbantu. Imbasnya tentu bisa dirasakan oleh anggota-anggota koperasi dan masyarakat secara luas. (RN)