Dr. Andreas FK (tengah) bersama rekan-rekan saat mengikuti studi banding di Las Vegas, Henderson, Amerika Serikat

Jakarta, innews.co.id – Konsep healing deep relaxation bisa menjadi alternatif, bukan saja bagi mereka yang terpapar virus corona, tapi juga masyarakat luas sebagai upaya menghalau rasa kuatir tertular covid-19.

Metode penyembuhan ini ditawarkan Dr. Andreas FK, owner Power of powerless yang mengembangkan terapi healing deep relaxation yang kini berkembang pesat di Jakarta.

Dengan Power of powerless – Healing Deep Relaxation, dapat memberi kesembuhan dan pemulihan. Ini perbedaan sebelum melakukan terapi dan sesudahnya

Dalam rilis yang diterima innews, Sabtu (21/3/2020), Andreas yang memiliki Certified Master Power of powerless (CMPp) dan telah melakukan studi banding di Las Vegas, Henderson, Amerika Serikat ini mengatakan, “Tuhan telah menganugerahkan manusia kemampuan untuk melakukan penyembuhan dari dalam diri sendiri. Caranya, dengan mengeluarkan hormon endorphin, suatu hormon dari dalam diri sendiri yang menyehatkan, menyembuhkan. Bahkan, membuat pikiran kita menjadi tenang dan hati menjadi damai”.

Hal ini semakin nyata bila diperkuat Ditambah dengan sikap pasrah dan percaya kepada Tuhan. “Bila kita meminta dengan iman dan harapan, Tuhan pun akan memberikan. Tuhan tidak pernah menciptakan seseorang yang tidak Dia kasihi. Semua orang sangat berharga bagi-Nya. Dengan kasih dan karuniaNya kita dapat hidup sehat dan sembuh dari berbagai penyakit. Tuhan ingin agar kita senantiasa hidup bahagia,” ungkap Andreas.

Seseorang yang mengalami relaksasi tingkat tinggi diyakini akan membawa kesembuhan dan pemulihan bagi dirinya

Berikut Andreas memberikan tips dan tehnik penyembuhan, yakni:

1. Halau kuatir dan rasa takut Anda. Serahkanlah semua hidup dan mati Anda kepada Tuhan, Sang Pencipta. “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan,” ujar Andreas.

2. Atur pernafasan dengan baik. Tarik nafas perlahan-lahan melalui hidung. Tahan! Buang pelan-pelan melalui mulut sambil tersenyum. Gunakan tehnik 7-7-7. Artinya: saat tarik nafas hitung sampai 7. Tahan nafas hitung sampai 7. Dan, buang nafas hitung sampai 7.

3. Lakukan poin nomor 2 sampai 7 kali.

Dr. Andreas FK, bersama beberapa klien tengah menjalani proses terapi healing deep relaxation

4. Senyum. Senyumlah lebar-lebar. Jangan malu. Tersenyum saja.

5. Minta bantuan orang terdekat untuk menggelikan telapak kaki atau telapak tangan Anda.

6. Bila terasa geli, tertawalah. Bila makin geli tertawalah keras-keras. Lepaskan. Jangan ditahan. Lepaskan saja.

7. Minta orang terdekat untuk menyetelkan atau memperdengarkan musik relaksasi. Musik yang ada nuansa alam, suara air mengalir, angin, burung, dan sebagainya yang memberikan kedamaian. Bayangkan Anda berada di tempat tersebut. Saat Anda mulai terasa mengantuk, katakanlah dengan rasa percaya diri. Penuh iman dan harapan: “Tuhan Yang Maha Baik dan Maha Kuasa, sembuhkanlah aku dari penyakit (sambil menyebutkan penyakit Anda)”. Untuk memberikan induksi, gunakan kedua telapak tangan untuk menyentuh bagian tubuh yang sakit saat Anda meminta penyembuhan. Lalu, Anda bisa tidur sejenak.

Dr. Andreas FK, memberikan sertifikat kepada Emak Ernih (88 tahun) peserta training tertua

Langkah-langkah ini sudah terbukti dan sangat efektif membantu, bukan saja menyembuhkan penyakit, tapi juga menghilangkan rasa takut dan kuatir.

Lebih jauh Andreas mengatakan, Power of Powerless Healing Deep Relaxation juga bisa membantu (secara psikis) masyarakat yang cenderung phobia dengan derasnya informasi seputar virus corona. Selain itu, dipastikan daya tahan/kekebalan tubuh akan meningkat, sehingga, penderita dapat disembuhkan dengan sangat cepat.

Dr. Andreas FK (kanan), saat mengikuti studi banding di USA

Tidak lupa Andreas mengingatkan untuk melakukan hal-hal normatif seperti rajin cuci tangan, pakai masker dan hand sanitizer, hindari kerumunan sebagaimana dianjurkan kalangan medis juga diperlukan.

“Kita tetap harus waspada. Walaupun tehnik terapi ini bisa menyembuhkan, namun kita tidak boleh mencobai Tuhan,” pungkas Andreas. (RN)