Perayaan Tahun Baru Imlek di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dihadiri sejumlah tokoh Tionghoa, salah satunya Xs. Budi S. Tanuwibowo Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia

Jakarta, innews.co.id – Langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyelenggarakan acara Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek Kongzili 2571/Masehi 2020, diapresiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).

Hal itu dikatakan Xs. Budi S. Tanuwibowo Ketua Umum MATAKIN, yang turut hadir pada acara yang diadakan pada Kamis, (6/1/2020) dan dihadiri langsung oleh Mendikbud Nadiem Makarim tersebut.

Mendikbud Nadiem Makarim tampak berbincang akrab dengan Xs. Budi S. Tanuwibowo Ketua Umum MATAKIN

Dalam sambutannya, Nadiem mengajak seluruh masyarakat Indonesia ikut terlibat merayakan hari-hari besar yang ada di Indonesia, salah satunya adalah Hari Raya Tahun Baru Imlek.

“Dan salah satu alasan kenapa ini perayaan yang sangat meriah karena Kemendikbud ingin meyakinkan masyarakat bahwa setiap kali kita merayakan hari libur nasional dari berbagai macam agama dan tradisi masing-masing itu bukan hanya untuk dirayakan bagi suku atau agama tersebut,” kata Nadiem.

Pemukulan gendang pada Perayaan Imlek di Kemendikbud RI, Kamis (6/2/2020)

Lewat perayaan Imlek di Kemendikbud, Nadiem juga ingin menunjukkan kuatnya keberagaman sehingga Bhinneka Tunggal Ika di Kemendikbud dapat terwujud. Hal ini juga yang melatarbelakangi tema yang diangkat, “Merawat Kebinekaan, Menjaga Ke-Indonesiaan”.

Sementara itu, Xs. Budi S. Tanuwibowo dalam sambutannya mengingatkan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa. “Pembangunan manusia saat ini adalah modal Indonesia untuk menjadi negara yang maju di masa depan. Untuk itu, format pendidikan yang tepat menjadi sangat penting. Pendidikan karakter/moral, fisik (olahraga), Matematika/Pengetahuan Alam, Seni-Sastra, Musik, Manajemen adalah dasarnya,” kata Budi Tanuwibowo.

Xs. Budi S. Tanuwibowo Ketua Umum MATAKIN tengah memberikan sambutan pada Perayaan Tahun Baru Imlek di Kemendikbud, Kamis (6/2/2020)

Ditambahkan Budi, mengutip sabda Nabi Kongzi, ‘Pemerintahan yang baik belum sebanding dengan pendidikan yang baik’. Artinya, “Pemerintahan yang baik masih bisa membuat rakyat takut dan kehilangan harga dirinya, tetapi pendidikan yang baik akan membuat rakyat bangkit harga dirinya dan percaya akan kemampuan dalam dirinya, bekerja sama, berkolaborasi untuk kebaikan bersama dengan keyakinan bahwa dengan persatuan yang kokoh, dimulai dari keluarga-keluarga akan membuat Indonesia maju. Keluarga kokoh, negara sejahtera”.

Para perwakilan dari MATAKIN yang hadir pada Perayaan Tahun Baru Imlek di Kemendikbud, Kamis (6/2/2020)

Kedepan, diharapkan tidak hanya Kemendikbud yang mengadakan Perayaan Imlek, tapi juga kementerian-kementerian lainnya. (RN)