Jakarta, innews.co.id – Berangkat dari perjuangan menjadi seorang aktifis di Kampus Reformasi Universitas Atmajaya, MM Ardy Mblembout, SH., MH., CLA., sudah akrab dengan dunia kemasyarakatan. Tak heran, ketika ia memutuskan menjadi calon legislatif pada Pemilu Legislatif 2019 ini, ia sudah paham betul apa yang akan ia perjuangkan.

Baginya, rapor merah anggota dewan di Senayan periode sekarang mengisyaratkan pentingnya menghadirkan ‘darah baru’, sehingga peran legislator bisa kian dirasakan masyarakat luas.

Ardy Mbalembout rajin turun ke masyarakat

Ditemui usai sosialisasi ke masyarakat di bilangan Sudirman, Jakarta, Selasa (12/2/2019) lalu, caleg dari Partai Demokrat daerah pemilihan Jakarta Timur nomor urut 2 yang dulu atlet karate nasional ini banyak berkisah tentang perjalanan hidupnya.

Hijrah dari Kupang, tahun 1992, Ardy lebih banyak menekuni bela diri sebagai seorang karateka. Hingga ia ikut kejuaraan dunia di Yokohama, Jepang. “Uang yang saya dapat dari kejuaraan saya pakai untuk biaya kuliah,” kisahnya.

Tamat kuliah ia menekuni dunia kepengacaraan di LBH Jakarta, Kantor Advokat Yan Apul, dan di Pusbakum Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Lulus advokat, ia langsung buka kantor advokat sendiri di 2007.

Ardy Mbalembout bersama AHY, Capres Partai Demokrat 2024

Melihat realitas di masyarakat, mendorong dirinya untuk mengabdi lebih dalam. Namun, ia paham betul bahwa untuk itu ia harus masuk dalam sistem. Akhirnya, ia memutuskan masuk Partai Demokrat.

“Kalau kita tidak masuk dalam sistem, akan sulit kita berbuat bagi masyarakat,” kata Ardy.

Baginya, Partai Demokrat itu partai tengah, nasionalis religius. “Saya saya respek dengan kepemimpinan Pak SBY. Beliau Bapak bagi rakyat Indonesia,” tandas Ardy yang mulai bergabung PD, 2008 ini.

Ardy Mbalembout (baju putih) rindu mengabdi pada masyarakat luas

Pada 2014 lalu, Ardy sempat ingin mencalonkan, tapi lantaran kuota di dapil yang ia mau sudah penuh, terpaksa ia mundur. Baru pada 2019 ini, ia maju juga karena dorongan dari Pak SBY.

“Pak SBY menilai selama ini saya banyak melakukan advokasi pada masyarakat di DKI Jakarta. Terlebih saya juga duduk sebagai Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta periode 2015-2020,” urai Ardy.

Disinggung soal perjuangannya bila dipercaya sebagai Senator, Ardy mengatakan, karena bidang saya hukum, tentu perjuangan saya akan lebih banyak di bidang legislasi. Misal, bagaimana kita buat peraturan yang pro rakyat soal hak-hak atas tanah. Begitu juga hak-hak pekerja, hak masyarakat atas kesehatan dan pendidikan, dan sebagainya.

Ardy Mbalembout menghargai perempuan dan senior

“Kalau memang pemerintah tidak pro rakyat, maka saya akan bersuara vokal. Tidak ada yang saya takuti kalau bicara perjuangan untuk rakyat,” tandasnya.

Menurutnya, itu yang tidak ada pada anggota DPR sekarang, di mana lebih banyak Senator yang ikut arus aja. “Kalau demikian, bagusnya masyarakat memberi kesempatan caleg yang baru-baru untuk duduk sebagai anggota dewan. Jangan pilih lagi Senator yang lama,” kata Ardy lantang.

Ardy Mbalembout(tengah), siap mengabdi

Dikatakannya, “Saya mau menghadirkan paradigma yang baru di Senayan nanti”. Untuk itu, masyarakat harus andil dalam memberi perubahan dengan memilih caleg-caleg yang baru, bukan muka-muka lama.

Lebih jauh Ardy menandaskan, “DPR sekarang butuh energi baru. Mereka-mereka yang benar-benar care pada masa depan masyarakat”.

Fans berat Ardy Mbalembout

Ditanya soal masalah krusial di masyarakat, Ardy yang sudah jalan ke 100 titik di dapilnya, Jakarta Timur, menilai, kemampuan berusaha serta lapangan pekerjaan sangat susah sekali. “Saya ingin mengangkat harkat dan derajat masyarakat di Jakarta Timur,” cetus Ardy.

Untuk memastikan langkahnya, Ardy siap melakukan kontrak politik kepada masyarakat yang isinya rumah dinas Ardy akan dijadikan rumah aspirasi, gaji yang ia peroleh 50 persen akan ia hibahkan ke tim dan masyarakat di dapil, juga dana reses sepenuhnya untuk masyarakat.

Ardy Mbalembout dengan salah satu tim suksesnya

Tidak itu saja, Ardy juga memastikan masyarakat akan diikutsertakan dalam pembahasan berbagai produk legislasi.

“Saya akan buat rumah aspirasi di tiap kecamatan sehingga masyarakat bisa berkumpul dan menuangkan aspirasinya. Jadi, apa yang saya dapat saya kembalikan ke masyarakat lagi,” tuturnya.

Ardy Mbalembout, komitmen mengawal kepentingan rakyat

Kepada masyarakat, Ardy berharap, masyarakat bisa melihat Ardy adalah bagian dari perjuangan menuju masa depan. “Jangan sampai ada keragu-raguan untuk mencoblos Partai Demokrat nomor urut 2. Hindari hoaks dan fitnah karena itu akan merugikan kita semua,” tukasnya. (RN)