Jakarta, innews.co.id – Sejak awal terbentuknya Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Iluni) FH UI, belum pernah dipimpin oleh seorang notaris/PPAT.

Kini, seorang notaris cantik dan ternama Ashoya Ratam, SH., MSc., M.Kn., tengah berjuang agar terdapat kesetaraan, di mana para notaris/PPAT pun mendapat kesempatan memimpin wadah para alumni tersebut.

Tentu saja pencalonan dirinya dibarengi dengan visi besar yang tidak saja memperkuat silahturahmi para alumni FH UI, tapi lebih dari itu membuat wadah tersebut kian memiliki makna, baik bagi almamater maupun para junior yang masih mengenyam pendidikan.

“Saya mau membuat Iluni FH UI lebih bermakna bagi FH UI,” ujar Ashoya yang juga alumni FH UI Angkatan 1991 ini saat ditemui di Jakarta, Jumat (2/11) lalu.

Tidak itu saja, menurut Ashoya, menjadi mitra startegis di antara para alumni dengan FH UI, juga membangun konektivitas antara sesama alumni baik yang baru lulus maupun masih kuliah.

“Kita bisa membantu memberi akses kepada alumni yang baru atau calon alumni untuk bisa membuka jalur pekerjaan. Mungkin jalurnya tidak mudah, tapi Iluni bisa bantu,” tambah Ashoya yang meraih gelar Magister Kenotariatan di UI, tahun 2000 silam ini.

Selain itu, soal peningkatan kualitas para Iluni pun menjadi perhatian Ashoya. “Tentu kita berupaya meningkatkan kualitas para anggota Iluni,” kata dia.

Baginya, kualitas sebuah perguruan tinggi, tidak hanya terletak saat proses pendidikan di kampus tersebut, tapi juga bagaimana keberadaan para alumninya, termasuk kesolidannya. Ini yang akan menjadi perhatian Ashoya saat memimpin Iluni FH UI nantinya.

Hal lainnya juga, kata Ashoya, saya akan mendorong para anggota Iluni untuk juga secara bersama-sama memberi perhatian kepada FH UI. “Mungkin ada hal-hal yang bisa dibantu oleh Iluni FH UI, pasti kami akan turun tangan,” imbuhnya.

Ashoya mencontohkan, dalam benaknya, ia mendorong agar FH UI bisa melakukan banyak penelitian, baik oleh para dosen atau mahasiswa.

Demikian soal kelengkapan database yang bagi Ashoya sangatlah penting. “Sekarang sudah ada, hanya ke depan akan lebih kita perbaiki. Berangkat dari database tersebut, maka kita bisa saling berkoordinasi dengan mudah,” tuturnya.

Bicara pemilihan sekitar akhir November 2018 ini, Ashoya berkeyakinan para alumni bisa menerima visi-misi yang ia emban. “Saya harapkan pada pemilihan ini, bisa terpilih. Dukungan dari teman-teman sangat besar, utamanya dari rekan-rekan magister kenotariatan,” tukasnya.

Ashoya tidak menampik bila ada black campaign yang muncul. Namun, baginya itu bagian dari perjuangan. “Intinya, kita semua sama-sama berkerinduan membangun Iluni FH UI. Karena itu, mari kita ‘berkampanye’ dengan santun,” tandasnya. (RN)