Julius Purnawan, SE., MSi., melantik langsung Mayasusi

Jakarta, innews.co.id – Belum lagi menarik nafas, para pengurus wilayah dua daerah yang menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) masing-masing di Pengurus Wilayah (Pengwil) Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara langsung dimejahijaukan oleh Tim Gugat IPPAT melalui kuasa hukumnya.

Hal ini disampaikan Tagor Simanjuntak, SH, juru bicara Tim Gugat dalam pesan singkatnya kepada innews, Rabu (5/12).

Menurut Tagor, Konferwil Kaltim digugat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Konferwil Sulut di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Dalam gugatan Konferwil Kaltim, ada 5 pihak tergugat masing-masing Dr. Habib Adji, SH., M.Hum., (Tergugat I), Julius Purnawan, SH., MSi., (Tergugat II), Priyatno SH., (Tergugat III), Bambang Kayono Riyadi, SH., Ketua Pengwil IPPAT Kaltim periode 2015-2018, (Tergugat IV), dan Mayasusi Likovitasari Ketua Pengwil IPPAT Kaltim periode 2018-2021 (Tergugat V).

Dalam gugatan itu, para penggugat mengatakan bahwa Pelantikan Pengurus Wilayah dan Majelis Kehormatan Wilayah Kaltim periode 2018-2021 adalah tidak sah. Juga menghukum para tergugat untuk membayar kerugian materiil secara tanggung renteng sebesar Rp27,4 juta.

Yang unik dari gugatan ini adalah adanya sita jaminan (conservatoir beslag) tanah dan bangunan yang terletak di Jalan MT Haryono, Gn Bahagia, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kaltim, yang adalah kantor milik Mayasusi (Tergugat V).

Ketika coba dikonfirmasi, Tagor menjelaskan, “Memang kita ada tuntutan ganti rugi. Jadi untuk menjamin pemenuhan ganti rugi, kita sita jaminkanlah asetnya”.

Ditambahkan Tagor, kita tidak akan ganggu aset organisasi. Tapi aset orang-orang yang tidak taat asas.

Sejauh ini Mayasusi belum bisa dikonfirmasi. Pesan singkat yang dilayangkan belum dijawab. (RN)