Jakarta, innews.co.id – Meski di luaran nampaknya adem ayem, rupanya tidak demikian di dalam. Gugatan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) yang saat ini sudah berjumlah 12 buah dan tersebar di berbagai pengadilan, bak bola panas yang terus bergulir.

Dari hasil pantauan, muncul berbagai rumor yang masih perlu diselidiki kebenarannya. Salah satunya mengenai teror yang menimpa Tagor Simanjuntak dan rekan-rekan yang terhimpun dalam PPAT Peduli Organisasi IPPAT, yang secara aktif melayangkan gugatan dengan tujuan menyelamatkan organisasi IPPAT.

Konon kabarnya, ada pihak-pihak yang tengah menyiapkan laporan pidana. Juga membuat laporan ke MP3 Pusat, di mana akan dilaporkan perbuatan para penggugat.

Surat laporan nantinya akan ditandatangani oleh para Pengurus Wilayah dan Majelis Kehormatan Wilayah (MKW). Isinya kurang lebih bahwa adanya gugatan tersebut telah membuat resah. Nantinya juga akan dilampirkan bukti-bukti. Uniknya, masukan seperti ini datang dari anggota MP3 Pusat.

Hal lainnya adalah menyiapkan eksepsi atas gugatan, menyiapkan gugatan rekopensi, dan upaya hukum lainnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini I Nyoman Kamajaya, SH., secara terbuka mengatakan, “Kelihatannya arahnya ke situ. Tapi keliatannya untuk gugatan Konferwil saja. Itu pun dari Pengwil Jabar”.

Ditanya apakah Pengwil DKI Jakarta melakukan hal serupa, Nyoman yang juga Anggota MKW DKI Jakarta mengatakan, “DKI belum mengambil sikap”.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Tagor Simanjuntak dengan singkat mengatakan, “Saya belum ada yang teror”. (RN)