Otty Ubayani khusuk berdoa di depan jenazah Eyota Madius di rumah sakit

Makassar, innews.co.id – Kekisruhan mewarnai pelaksanaan Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI) XXIII di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, 30 April – 1 Mei 2019, yang mengakibatkan seorang Notaris/PPAT peserta kongres harus meregang nyawa.

Informasi dari beberapa peserta menyebutkan, kekisruhan terjadi saat Presidium memutuskan melakukan pemilihan Ketua Umum INI dengan sistem e-voting. Sementara peserta masih memprotes kebijakan tersebut, Presidium sepertinya mengabaikan suara anggota.

Eyota Madius, SH., MKn., Notaris/PPAT asal Muko Muko, Bengkulu, menjadi korban kekisruhan di Kongres INI XXIII di Makassar, Sulsel, Selasa (30/4/2019)

Akibatnya, tsunami protes pun berdatangan dari peserta, salah satunya yang begitu getol memprotes Eyota Madius, SH., MKn., Notaris/PPAT asal Muko Muko, Bengkulu.

Lantaran semangatnya para peserta memprotes terjadi saling dorong, dimana peserta merasa suaranya diabaikan begitu saja oleh Presidium.

Karena merasa kelelahan, Eyota keluar dari arena dan memilih beristirahat. Namun, dadanya terasa sesak, hingga akhirnya tak sadarkan diri. Saat dicoba memberi pertolongan medis, nyawanya tak tertolong. Diperkirakan almarhum meninggal sekitar Pukul 17.15 WITA. Jenazah dilarikan ke RS Faisal. Diduga almarhum mengalami serangan jantung.

Eyota menjadi korban Kongres INI. Sementara itu, peserta kongres yang lain di arena acara semakin riuh meminta Presidium mendengar suara anggota. Lagi-lagi kekisruhan terjadi di ajang yang menghadirkan orang-orang berintelektual ini. Sebelumnya juga terjadi keramaian di Kongres IPPAT yang juga diadakan di Makassar.

Saat dihubungi sejumlah notaris mengakui kekisruhan di Kongres INI luar biasa. “Ya ampun, sampai ada yang meninggal,” ujar seorang notaris sambil terpekik.

Nampaknya, Kongres INI harus dievaluasi kembali. Berbagai pihak meminta Kongres INI dihentikan agar tidak jatuh lebih banyak korban lagi. Baik panitia maupun Pengurus Pusat INI harus bertanggung jawab terhadap persoalan ini. (RN)