Surabaya, innews.co.id – Terminal Gilimas dibangun sebagai pengembangan Pelabuhan Lembar dapat menandakan bahwa perekonomian wilayah NTB mengalami tren pertumbuhan positif dan menjadi gerbang pariwisata internasional yang modern bagi Pulau Lombok khususnya.

Hal itu dikatakan CEO Pelindo III Ari Askhara, pada seremoni groundbreaking dermaga kapal pesiar dan peti kemas pada Terminal Gilimas di Kabupaten Lombok Barat, NTB, Kamis (5/7).

Ari menjelaskan, tren bobot (ukuran) kapal pesiar internasional yang semakin besar dan membawa ribuan wisatawan perlu diantisipasi dengan menyiapkan infrastruktur yang memadai. Karena itu menurutnya Pelindo III membangun Terminal Gilimas dengan proyeksi agar siap mengakomodir kebutuhan di masa depan.

“Dermaga yang akan dibangun sepanjang 440 meter dan lebar 26 meter dengan kedalaman kolam pelabuhan yang mencapai -14 meter LWS (low water spring/rata-rata permukaan air). Dimensi tersebut akan siap untuk disandari cruise dengan panjang badan kapal mencapai 400 meter yang mampu membawa hingga 4.000 penumpang, atau dua cruise sekaligus untuk yang berukuran lebih kecil, sedangkan Terminal Penumpang Modern Gilimas sendiri memiliki kapasitas sekitar 1.500 orang,” jelasnya.

Berdasarkan survei perilaku wisatawan mancanegara yang dilansir oleh Bank Indonesia, rata-rata total pengeluaran mereka mencapai 125,93 dolar AS atau sekitar Rp 1,76 juta (dengan kurs Rp 14.000 per dolar AS) per hari.

Dari catatan Pelindo III, kapal pesiar Italia, MV Costa Luminosa yang sandar di Pelabuhan Lembar pada Mei lalu, membawa 1.677 turis berkeliling ke sejumlah destinasi wisata di Lombok. Dari perkiraan kalkulasi rerata pengeluaran turis per hari tersebut, maka ada multiplier effect miliaran rupiah yang dinikmati masyarakat Lombok dari setiapcruise yang sandar.

Ari Askhara menambahkan, dibangunnya Terminal Gilimas oleh Pelindo III sebenarnya memperpanjang momentum kebangkitan pariwisata Lombok. Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah meresmikan beroperasinya KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika.

“Melihat besarnya potensi ekonomi itu, kami berharap dukungan seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun investor berkolaborasi memanfaatkan momentum kebangkitan pariwisata Lombok dengan mennciptakan destinasi wisata baru maupun mengembangkan konsep paket tur wisata agar pertumbuhan turis ke destinasi di Lombok dapat berkelanjutan,” ungkap Ari Askhara.

Sementara itu, Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat, menambahkan terkait fungsi logistik dari Terminal Gilimas tersebut. Pada tahap awal, dermaga akan terintegrasi dengan fasilitas lapangan penumpukan peti kemas seluas 6,27 hektar. Sehingga pada pengembangan berikutnya diperkirakan mampu menampung hingga sekitar 200 ribu TEUs peti kemas.

“Terminal Gilimas akan meningkatkan posisi strategis Pelabuhan Lembar sebagai gerbang logistik utama di Pulau Lombok. Diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sehingga dapat berimbas pada turunnya harga barang konsumsi masyarakat. Serta juga memperlancar distribusi komoditas yang dijual dari sini (Pulau Lombok dan sekitarnya),” tambahnya. (RN)