Jakarta, innews.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menolak bila dirinya diisukan kongkalikong untuk memberangkatkan Ratna Sarumpaet pasca penetapannya sebagai tersangka.

Sebelumnya, Pemprov DKI memberi uang saku Rp70 juta untuk Ratna Sarumpaet yang katanya untuk menghadiri Women Playwrights International (WPI) Conference ke-11 di Santiago, Cile.

“Kita memberikan fasilitas dukungan itu karena yang bersangkutan pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian di DKI Jakarta,” ujar Anies di Jakarta Timur, Jumat (5/10).

Menurut Anies, pemberian sponsor oleh Pemprov DKI kepada seniman merupakan hal yang normal. Saat ini, Pemprov DKI juga tengah membiayai musikus Franki Raden untuk pentas seni di Korea Selatan.

“Jadi ini proses biasa, normal, yang terjadi pada banyak seniman, banyak pekerja-pekerja seni di DKI. Ini karena kebetulan ada pencekalan jadi ramai. Selebihnya enggak ada bedanya,” ujar Anies.

Sponsor untuk para seniman, sambung Anies, diharapkan bisa membantu mempromosikan kebudayaan Indonesia. Termasuk seperti yang diberikan kepada Ratna Sarumpaet. “Jadi ketika karya-karya kita, seniman kita tampil di dunia internasional, itu membantu promosikan kebudayaan Indonesia,” tuturnya.

Ajang WPI diadakan setiap tiga tahun sekali. Nama Ratna tercantum sebagai salah satu dari sederet nama senior advisors di konferensi tersebut. Ratna menjadi satu dari 12 penulis naskah teater perempuan di dunia yang menjadi senior advisors. Ia pun merupakan satu-satunya yang berasal dari Indonesia.

Namun, sebelum keberangkatannya ke Cile, Ratna ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran hoaks. (IN)