Jakarta, innews.co.id – Sebesar Rp8,72 triliun Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah disalurkan oleh PT Bank Mandiri pada semester pertama 2018. Angka tersebut sudah mencapai 60 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun ini.

Menurut Pejabat Eksekutif Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar, target penyaluran KUR perseroan pada 2018 ialah sebesar Rp14,5 triliun. “Kita sudah pada jalur yang tepat karena pada tahun-tahun sebelumnya, pada akhir semester pertama biasanya sampai 50 persen. Ini sudah lebih,” jelas Alexandra di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/7).

Dikatakannya, capaian tahun ini terjadi karena Mandiri terus melakukan inovasi produk dan merelaksasi berbagai ketentuan-ketentuan dengan mendorong sektor pertanian dan perkebunan untuk mendapat porsi KUR lebih besar.

“Khusus sektor pertanian, pengajuan kredit sekarang tidak dibatasi umur. Secara umum kan kredit itu tidak boleh lebih dari 60 tahun tetapi di sektor pertanian, jika petani itu benar-benar sehat, masih sanggup melakukan proses produksi, bisa mengawasi sawah, ya dibolehkan,” jelasnya.

Tahun ini, Mandiri menetapkan porsi penyaluran KUR kepada sektor pertanian sebesar 19 persen. “Jumlahnya terus naik karena ada upaya-upaya dari Bank Himbara dengan BUMN pangan untuk mendorong sektor pangan secara bersama-sama,” kata Alexandra.

Data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) mencatat, hingga 31 Mei 2018, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp57,617 triliun atau 49,40 persen dari target yang ditetapkan yakni Rp120 triliun pada tahun ini. KUR yang telah tersalurkan terdiri dari KUR Mikro dengan porsi Rp36,882 triliun, KUR Kecil Rp20,548 triliun dan KUR TKI Rp186 miliar. (RN)