Bogor, innews.co.id – Masyarakat di wilayah Bogor dan Cianjur langsung menyerbu tempat acara Bazar Kartini Perindo yang diadakan di dua tempat, yakni Bogor dan Cianjur beberapa waktu lalu.

Mereka mengantri dengan tertib untuk mendapatkan sembako yang di jual dengan harga murah, jauh di bawah harga pasar.

Debora Debby Wage (paling kiri), siap wujudkan kerinduan masyarakat untuk harga sembako yang murah

Masyarakat yang kebanyakan ibu-ibu itu merasakan bazar ini bak oase di tengah tingginya harga-harga sembako di pasaran.

Hadir pula pada kesempatan tersebut sejumlah calon legislatif Partai Perindo yang memanfaatkan momentum tersebut untuk bersosialisasi dengan masyarakat.

Caleg-caleg Perindo rajin turun ke masyarakat

Menurut Debora Debby Wage, Caleg DPR RI Partai Perindo dari dapil Jawa Barat 3 yang meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini, acara tersebut merupakan terobosan Kartini Perindo yang sejak dulu memang menaruh kepedulian terhadap masyarakat.

“Kami mengerti betul beban masyarakat, khususnya para ibu dengan harga sembako yang terus naik di pasaran. Karena itu, melalui bazar ini diharapkan masyarakat bis terbantu dan bisa merasakan kemanfataan dari kehadiran Partai Perindo di tengah-tengah masyarakat,” jelas Debby.

Membantu masyarakat sekaligus bersosialisasi

Ditambahkannya, jika masyarakat mempercayai Partai Perindo melalui dukungan pada caleg-calegnya agar duduk di dewan, baik di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Pusat, maka tentunya akan kita perjuangkan agar pemenuhan kebutuhan masyatakat semakin mudah dan murah.

Pada bazar kali ini Debby melihat antusiasme masyarakat yg besar. “Ini menunjukkan masyarakat merindukan harga sembako yang lebih murah dari hari ini. Dan itu akan menjadi bagian dari perjuangan para Caleg Perindo bila duduk sebagai anggota dewan kelak,” tukas Debby.

Debora Debby Wage rajin menyapa masyarakat di dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur

Sejumlah bahan-bahan sembako dijual di dua titik wilayah bazar. Seperti berasnkualitas pulen, 2,5 kilogram dijual hanya seharga Rp 10.000. Tak pelak lagi, masyarakat pun langsung menyerbu. Rata-rata satu titik didatangi sampai 300 an warga. (RN)