Jakarta, innews.co.id – Transformasi digital terus merambah ke seluruh aspek kehidupan. Menyikapi hal tersebut, sebagai bank yang juga terus berinovasi dalam transformasi digital, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berupaya dalam meningkatkan kualitas dalam pelayanan perbankan melalui inovasi teknologi.

Hal ini diimplementasikan salah satunya dengan memberikan dukungan pengembangan inovasi dan kreativitas berbasis digital yang diinisiasi melalui gelaran event IKF VII mengangkat tema utama “Fostering Innovation and Creating Value Through Digital Transformation”.

Komisaris Independen BCA Cyrillus Harinowo (kanan), Executive Vice President Learning & Development BCA Lena Setiawati (kedua kanan), Pakar Teknologi dan Informasi Onno W. Purbo (kiri), dan Head Jakarta Smart City Jakarta Provincial Government Setiaji (kedua kiri) tengah berdiskusi di Breakout Area, Menara BCA, Jakarta, Kamis (27/9) terkait materi Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII yang akan digelar pada 9-10 Oktober mendatang

Dalam forum Kafe BCA 9 yang diadakan di Breakout Area Menara BCA, Rabu (27/09), Komisaris Independen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Cyrillus Harinowo mengatakan, perkembangan teknologi dan era digitalisasi mendorong sektor ekonomi untuk siap beradaptasi, termasuk industri perbankan. Masyarakat yang tersebar di 17 ribu pulau di Indonesia berkesempatan untuk mengakses ekonomi digital secara merata. Sehingga, ekonomi digital berpotensi untuk terus bertumbuh di Indonesia.

Turut hadir dalam forum Kafe BCA 9 sebagai pembicara, Executive Vice President Learning and Development BCA Lena Setiawati, Pakar Teknologi Informasi Onno W. Purbo, dan Head of Jakarta Smart City, Jakarta Provincial Government Setiaji.

“Transformasi digital yang belakangan dianut oleh perusahaan-perusahaan besar juga turut menggairahkan generasi milenial untuk berpacu dan berlomba dalam ide, inisiatif, inovasi, dan kreativitas untuk memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini untuk menjadi entrepreneur. Dengan motivasi ini, BCA menggelar IKF VII untuk memicu tumbuhnya kreativitas dan inovasi melalui transformasi digital secara berkesinambungan demi tercapainya Indonesia sebagai negara maju ,” tambah Lena Setiawati.

Cyrillus menambahkan, dari sisi perbankan, BCA menyadari bahwa inovasi berbasis teknologi mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui layanan keuangan yang mudah, cepat sekaligus murah. Oleh karenanya BCA senantiasa melakukan berbagai inovasi dalam rangka meluncurkan berbagai solusi dan layanan perbankan berbasis digital yang memberikan kemudahan pelayanan dan transaksi kepada nasabah.

Seiring dengan kebiasaan generasi muda di berbagai platform aplikasi chatting, BCA memiliki VIRA, Virtual Assistant di layanan Chat Banking BCA yang dapat diakses melalui beberapa aplikasi chat popular; Facebook Messenger, LINE, Kaskus Chat, dan Google Assistant. VIRA dapat membantu mengetahui informasi dan promosi seputar BCA kepada pengguna aplikasi chat dan dapat diakses kapanpun dan dimanapun untuk mengetahui informasi, ragam promosi BCA.

Dalam kaitan visi Pemerintah untuk menempatkan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara di 2020, BCA pun turut ambil bagian. Salah satunya dengan menggelar IKF VII dengan tema ‘Fostering Innovation and Creating Value Through Digital Transformation’.

“Dalam pelaksanaan Pesta Akbar Pengetahuan yang diharapkan menjadi One Stop Knowledge Solution ini, BCA akan menghadirkan serangkaian expo dan exhibition yang diikuti oleh exhibitor penyedia pengetahuan dan teknologi terpilih sehingga masyarakat lebih aware dengan perkembangan teknologi saat ini hingga pada akhirnya dapat memberikan sumbangsih untuk perkembangan teknologi yang mutakhir di Indonesia,” ujar Cyrillus.

IKF VII akan diselenggarakan 9-10 Oktober 2018 di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta dan akan menghadirkan Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan sebagai keynote speaker. Selama dua hari, sebanyak kurang lebih 17 pembicara yang kompeten di bidangnya akan turut berpartisipasi untuk berbagi ilmu, pengalaman serta inspirasi dalam mengembangkan dunia bisnis berbasis digital, di antaranya Setiaji Jakarta Smart City, Handry Satriago GE Indonesia, Noni Purnomo Blue Bird, Eunice Sari UX Indonesia, Bill Zeng CISCO, Husein Samy IBM Indonesia, Agus Nurudin Nielsen. (RN)