Ledakan bom di Surabaya

Jakarta, innews.co.id – Pihak kepolisian sudah merilis bahwa pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya adalah satu keluarga, yakni keluara Dita Supriyanto. Benarkah demikian?

Tiga gereja yang menjadi sasaran aksi terorisme ini adalah Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno. Bom meledak di ketiga gereja tersebut dalam selisih waktu sekitar 30 menit, pagi tadi.

Saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo di RS Bhayangkara Polda Jatim, Minggu(13/5) petang, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, ledakan bom di Surabaya dilakukan oleh keluarga Dita Supriyanto.

“Alhamdulliah, identifiksi sudah diketahui. Pelaku satu keluarga yang melakukan serangan ke tiga gereja,” kata Tito seraya mengatakan keluarga Dita Supriyanyo diketahui tinggal di kawasan Wonorejo, Rungkut, Surabaya.

Dijelaskan pula, peran Dita dan keluarga saat melakukan aski pengeboman. Tito menuturkan, Dita ia naik mobil Avanza dan menabrakannya ke gereja. Dita menyerang Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno hingga terjadi ledakan. Bom berada di dalam mobil. “Ledakan di gereja jalan Arjuno yang paling besar,” jelas Tito.

Selanjutnya, istrinya Puji Kuswati dan dua anaknya meledakkan bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya. Ia datang ke gereja jalan kaki bersama dua anak perempuannya, yakni Fadhila Sari (12) dan Pamela Riskita (9).

Puji bersama dua anak perempuan masuk ke gereja dengan membawa bom bunuh diri. Bom ditaruh di pinggangnya. “Ciri sangat khas, korban rusak perutnya saja,” terang Tito. “Ibu meninggal, tapi juga ada korban masyarakat,” sambungnya.

Sedangkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, bom bunuh diri dilakukan oleh dua anak laku-laki Dita. Mereka adalah Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16). Keduanya membawa bom dengan cara dipangku.

Mereka masuk ke gereja naik motor dan memaksa masuk. Kemudian bom meledak hingga menimbulkan banyak korban. “Soal jenis bom apa, belum jelas. Tapi korban pecah dan ledakan besar,” terang Tito. (RN)

Hosting Unlimited Indonesia