Karawang, innews.co.id – Sejumlah dosen dan mahasiswa dari Universitas MH Thamrin (UMHT) dan London School Public Relation (LSPR) Jakarta, selama dua hari (6-7 November) bersama mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Ini sejalan dengan program Dikti Wilayah III Jakarta yakni KKN Tematik Citarum Harum, di mana ada kolaborasi antar-perguruan tinggi, sekaligus sebagai wujud nyata pengabdian Dosen dan Mahasiswa.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa terlibat langsung yang didampingi para dosen. Masing-masing perguruan tinggi melibatkan 10 orang mahasiswa.

Kedua perguruan tinggi tersebut mengangkat dua tema penting yang menjadi permasalahan utama di Desa Anggadita, yaitu Pembentukan Posbindu Penyakit Tidak Menular dan Pembentukan Kawasan Tanpa Rokok di sekolah. Kedua program ini merupakan bagian dari indikator terwujudnya Desa Siaga di Desa Anggadita.

Posbindu PTM adalah salah satu pelayanan kesehatan untuk mendeteksi penyakit tidak menular di masyarakat. Sasaran usia adalah 15 tahun ke atas.

Rangkaian kegiatan dalam pembentukan posbindu PTM, dimulai dari sosialisasi dan pembentukan Pengurus Posbindu PTM, Pelatihan kader dalam hal pemeriksaan kesehatan dan pencatatan kesehatan, hingga pada bagaimana melakukan komunikasi konselor kesehatan untuk masyarakat.

Sementara itu, KTR adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang atau steril dari segala kegiatan yang berhubungan dengan perilaku merokok ataupun kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan atau mempromosikan produk tembakau.

Program KTR ini sejalan dengan agenda pemerintah–khususnya Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas yang tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia No.1/2017 dan Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok di Lingkungan Sekolah.

Beberapa kegiatan dilakukan dalam rangka pembentukan Kawasan Tanpa Rokok di SMPN 4 Klari antara lain, sosialisasi kepada para murid SMP mengenai bahaya rokok, pembentukan duta anti rokok, pelatihan public speaking bagi para duta anti rokok agar mampu melakukan sosialisasi kepada teman sebaya dan sosialisasi rencana penetapan KTR kepada komite sekolah.

“Salah satu hasil nyata dari program ini adalah terbentuknya Posbindu PTM Percontohan dan ditetapkan SMPN 4 Klari sebagai Kawasan Tanpa Rokok dengan dikeluarkannya SK KTR dan pembacaan Deklarasi Tanpa Rokok yang diikuti oleh seluruh unsur dan elemen sekolah” jelas dr Nur Asniati Djaali Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas MH Thamrin, sekaligus koordinator dalam kegiatan KKN ini dalam keterangan resminya, Rabu (7/11).

Ditambahkannya, kedua kegiatan ini diharapkan tidak hanya sampai pada pembentukan dan deklarasi saja, tapi implementasinya dapat berjalan secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

Bangun sinergi

Sementara itu, Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat LSPR Jakarta Yuliana R. Prasetyawati mengatakan, saat inilah waktu yang tepat bagi perguruan tinggi untuk bersinergi dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan dampak terhadap peningkatan derajat kesehatan di masyakarat.

“Kegiatan KKN Tematik dan Pengabdian Masyarakat ini adalah wujud kontribusi Dosen dan Mahasiswa dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi di wilayah binaan kami, yaitu Desa Anggadita,” ujar Yuliana.

Di sisi lain, Kepala SMPN 4 Klari, Yoyon Sumaryono menyampaikan bahwa program KKN dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Universitas MH Thamrin dan LSPR Jakarta sejalan dengan kebijakan sekolah yang melarang murid-murid dan para guru untuk merokok di lingkungan sekolah.

Menurutnya, selama ini pihaknya tak segan untuk menindak tegas kepada para murid dan guru yang melanggar dan kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

Selain itu, pihak sekolah juga telah melarang kantin yang berada di kawasan sekolah menawarkan dan menjual rokok.

Komitmen tersebut terwujud dalam Deklarasi Kawasan Tanpa Rokok yang digelar pada Rabu, 7 November 2018 yang salah satunya menyatakan bahwa segenap warga SMPN 4 Klari siap menjadi Sekolah Kawasan Tanpa Rokok  dalam upaya mewujudkan Sekolah Sehat.

Kepala Puskesmas setempat Memet menambahkan, program yang ditawarkan Universitas MH Thamrin dan LSPR Jakarta merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh pihak puskesmas, yaitu terdapatnya Posbindu PTM Percontohan di mana terdapat kader terlatih yang dapat mendukung pelaksanaan Posbindu lebih optimal.

Memet mengharapkan semoga dengan adanya Posbindu PTM capaian sasaran masyarakat usia 15 tahun ke atas dapat terealisasi dengan terjadinya peningkatan prevalensi capaian.

Para dosen yang ikut mendampingi mahasiswa dari UMHT yakni, Dr. Nur Asniati Djaali, SKM., MKM; Widi Dwi Asiarini, ST., MKM; Wiwit Wijayanti, SKM., MKM; dan Petrus Geroda Beda Ama, SKM., MKM. Sementara itu dari LSPR di antaranya, Yuliana Riana P, MM; Dr. Yolanda Stellarosa; Deddy Irwandi, M.Si; Rani Chandra O., M.Si; dan Achmad Sultani, M.Si.(RN)