Jakarta, innews.co.id – Bakti sosial yang diadakan Damai Nusantaraku (Dantara) di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Minggu (14/10) diwarnai sejumlah kejutan.

Salah satunya adalah aksi protes dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang memprotes spanduk Dantara yang hanya mencantumkan hastag #Kerja Kerja Kerja dan #2019 Lanjutkan.

Rombongan Dantara eksis di aksi kemanusiaan

Mengenai hal ini Putri Simorangkir Ketua Umum Dantara menegaskan, “Pekerjaan ini adalah misi kemanusiaan. Tapi kalaupun kampanye apa salahnya? Karena sejak Capres-Cawapres memperoleh nomor urut, maka saat itulah kampanye resmi boleh berjalan.

Bagi-bagi buku cerita anak disambut senang oleh para orangtua warga Pulau Panggang. “Saya senang mendapat buku ini,” kata Sutia, salah seorang warga.

Pemeriksaan kesehatan berjalan semarak. Hingga pukul 13.00 WIB, pasien masih antri menunggu giliran diperiksa oleh tim dokter. Hingga akhir acara tercatat 130-an warga yang diperiksa hari itu.

Dalam penjelasannya, dr. Moudy Fiana Nelwan, SpA., mengatakan, kebanyakan anak-anak yang berobat sakit batuk dan pilek. Tapi ada juga anak yang mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan. “Untungnya mereka sudah ditangani oleh Puskesmas setempat,” kata Moudy.

Ditambahkannya, harusnya anak-anak di sini (Pulau Panggang, red) bisa tumbuh sehat dan cerdas karena bisa mengonsumsi ikan yang dengan mudah didapat. Ikan mengandung protein tinggi yang berguna untuk tumbuh kembang anak.

Sementara itu dr. Martina Claudia, SpOG., menuturkan, keluhan warga dewasa di Pulau Panggang kebanyakan hipertensi, kolesterol, dan diabetes.

Salah satu penyebabnya, kata Claudia, karena pola hidup yang kurang memperhatikan kesehatan.

“Banyak yang lebih suka naik motor dari pada jalan kaki. Warga juga lebih suka mengonsumsi makanan yang berpotensi mendatangkan penyakit. Semua kembali pada pola hidup seseorang saja. Demikian juga sosialisasi pola hidup sehat harus secara konsisten dijalankan,” ujarnya.

Hal senada dikatakan dr. Agni Agnesia Sahulata, SpKK., “Warga Pulau Panggang ada juga yang mengalami gatal-gatal. Tapi mayoritas terkena hipertensi dan gula”.

Agni mengaku senang bisa turut serta dalam bakti sosial Dantara dan berharap ke depan aksi semacam ini bisa lebih sering dilakukan.

Setelah 1,5 jam rombongan Dantara bercengkrama dengan ombak laut, sekitar 15.45 WIB, akhirnya tiba di Ancol.

Rasa letih namun lega menggelayuti benak tiap personil Dantara karen akhirnya tugas kemanusiaan tuntas sudah. Terus berkarya Dantara! (RN)