Mataram, innews.co.id – Naik ke level yang lebih tinggi lantaran mendapat pembiayaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah dialami Indah Trisnawati pemilik usaha Lombok Orchid, pelaku UKM tanaman hias di NTB.

Ditemui di nursery-nya, Indah mengaku sejak diberikan KUR dua tahun silam usahanya terus berkembang. “Awalnya hanya hobi,” aku Indah yang membangun usahanya bersama sang suami.

Lama kelamaan ia pun menjadi serius. Modal awalnya Rp15 juta. Dengan kerja keras, usahanya kian meluas. Indah pun tidak sekadar menjual anggrek jenis Anggrek bulan, Dendrobium, Vanda, Catleya, Oncydium, Cymbidium tapi juga keperluan pendukungnya termasuk media tanam seperti arang, pakis, spagnum moss, sprayer, dan pupuk untuk anggrek berkualitas.

Ia pun terbilang tidak pelit ilmu karena menyediakan pelatihan serta konsultasi tentang cara merawat anggrek agar tampil cantik dan rajin berbunga.

Lantaran usaha berkembang, Indah pun butuh modal tambahan. Ia pun mengurus kartu Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK). Setelah itu, Indah pun mendapat jalan untuk mengakses KUR tanpa kesulitan sampai pada akhirnya usahanya disetujui mendapatkan perkuatan modal dari KUR sebesar Rp25 juta.

“Dengan uang itu saya belikan bibit dan keperluan tanam, memperluas tempat usaha, jadi usaha saya semakin besar, karyawan juga ditambah,” kata mantan penyiar itu.

Pada 2017, ia mendapatkan informasi program bantuan modal Wirausaha Pemula dari Kementerian Koperasi dan UKM. Tanpa ragu ia turut serta mengajukan diri untuk mengikuti seleksi.

“Saya optimistis karena usaha saya memiliki nilai tambah jadi bukan sekadar menjual anggrek, saya juga melakukan edukasi, membuka pusat pelatihan anggrek untuk siapapun mulai dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa,” katanya.

Akhirnya, Indah mendapat bantuan modal Wirausaha Pemula sebesar Rp11 juta yang kemudian digunakannya untuk memperluas usaha. Usahanya kini semakin besar dan ia bahkan diperhitungkan sebagai salah satu wirausaha muda di Lombok yang berhasil.

“Saya berterima kasih atas semua kemudahan dan fasilitas yang diberikan Pemerintah Jokowi-JK sehingga pelaku usaha pemula seperti saya bisa merintis usaha dengan baik dan berkembang seperti sekarang,” katanya.

Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB H. Mohamad Imran mengatakan di wilayahnya mulai banyak berkembang para pelaku UKM yang tangguh yang seiring waktu mampu membantu perekonomian NTB khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja.

“Kami memiliki perhatian khusus kepada mereka sehingga para pelaku UKM ini terus kami dampingi dan kami bina agar kemudian bisa naik kelas ke skala usaha yang lebih tinggi,” katanya.

Beberapa program pemerintah yang terus disosialisasikannya kepada para pelaku KUKM di antaranya KUR, kredit Usaha Mikro (UMi), Wirausaha Pemula, fasilitasi hak cipta, Lamikro, dan kepemilikan Nomor Induk Koperasi (NIK) bagi koperasi. (RN)