The Kuningan Place

Jakarta, innews.co.id – Kasus penipuan yang dilakukan pimpinan PT KMP berinisial YV terkait penjualan unit ruang kantor yang ternyata adalah auditorium, di lantai 7 dan 8 Lumina Tower, The Kuningan Place, dan mengakibatkan kerugian PT Brahma Adhiwidia (BA) selaku salah satu pembeli ini berbuntut panjang.

Kuasa hukum PT BA, Andreas dari Kantor Hukum AndreasFK and Associates dengan tegas meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyegel Lumina Tower, The Kuningan Place.

“Meskipun klien kami hanya punya hak di lantai 7 dan 8 namun kita minta gedung Lumina Tower seluruhnya disegel,” kata Andreas dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Andreas FK mengakui pihaknya sudah menyurati Pemprov DKI dengan surat bernomor 16/BAW-AFKA/IX/2019 perihal pelaksanaan tentang peraturan Gubernur Nomor 128 tahun 2012 Tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan telah diterima pada 18 September 2019. “Kami tinggal menunggu eksekusinya saja,” lanjutnya.

Tidak ada izin

Alasan lain meminta gedung itu disegel, kata Andreas, lantaran tidak memiliki Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

“Kami juga mendapat informasi jika gedung itu belum lengkap ijinnya. Sehingga gedung itu harus disegel ataupun dibongkar. Ini sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 128 tahun 2012 Tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung,” kata Andreas.

Terkait penipuan, Andreas mengaku, kliennya memgalami kerugian hingga Rp100 milyar. “Bukan tidak mungkin penghuni gedung yang lainnya juga mengalami kerugian,” pungkas Andreas. (RN)