Jakarta, innews.co.id – Setelah sukses dengan pagelaran Indonesia Gospel Festival (IGF) 2017, tahun ini, IGF kembali digelar di ICE BSD, Tangerang, Sabtu besok, 10 November 2018.

Konser gospel terbesar di Indonesia ini akan menghadirkan lebih dari 20 musisi gospel, yang akan melengkapi penampilan Israel Houghton and New Breed, 3RDWave Korea, dan tentunya Artha Meris Simbolon.

Beberapa penyanyi yang akan tampil yakni Barry Likumahuwa, Sari Simorangkir, Yamaha Worship Project, Saykoji, Albert Fekdawer, Daniel Sigarlaki, Sidney Mohede, dan lainnya.

Menurut pendukung utama acara ini Artha Meris Simbolon, kiranya acara ini dapat membawa generasi muda Indonesia semakin dekat pada Tuhan dan mempunyai nilai-nilai positif yang dapat memberikan sumbangsih pada Indonesia di masa depan.

Mengenai keterlibatan dirinya di acara ini, Artha Meris mengatakan, “Keterlibatan saya di IGF adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas segala kebaikan yang selama ini sudah dilimpahkan kepada saya. Ada sebuah peristiwa besar dalam hidup saya yang telah membuat saya terjatuh dan merasa tidak berdaya. Tetapi Puji Tuhan, berkat pertolongan-Nya saya bisa bangkit dan mempunyai kepercayaan diri untuk bangkit kembali”.

Pada konser nanti, Artha Meris yang tahun lalu merilis album perdana berjudul Maria Magdalena tahun 2017 dengan hit single berjudul ‘I Surrender’. Album ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadinya.

Artha akan tampil bersama grupnya Maleena & Friends. “Saya sudah membuktikan bagaimana melalui musik rohani saya bisa kembali dekat pada Tuhan. Juga saya ingin melalui musik, anak-anak muda diberikan kesempatan untuk beraktifitas secara positif,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Aditya Putra Ketua Panitia IGF 2018, “Acara ini menjembatani dua gaya kreatif dalam satu wadah. Para pengunjung akan dapat menikmati keindahan estetika dan inspirasi luar biasa yang ditampilkan”.

Yang berbeda pada event kedua ini adalah selain live music IGF, juga akan ditampilkan tenant food and beverage, food truck, komunitas dan beragam lain. “Diharapkan tahun ini bisa lebih sukses dari tahun lalu. Tahun lalu bisa mengumpulkan lebih dari 6.000 anak muda di Indonesia dan dari berbagai negara,” kata Aditya. (RN)