Jakarta, innews.co.id – Keluarga Indonesia kembali diingatkan untuk melakukan berbagai upaya menangkal radikalisme. Sebabnya, keluarga merupakan tempat penanaman nilai-nilai toleransi dan pendidikan agama yang baik dan benar, bukan pemahaman keliru, seperti terorisme.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembinaan Keluarga BKKBN M Yani di sela-sela acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Kantor BKKBN, Jakarta, Jumat, (29/6).

Menurut Yani, “Orangtua memiliki peran yang sangat besar untuk memastikan anak bertumbuh dan berkembang secara benar dengan ilmu agama yang baik dan pendidikan berbangsa yang juga benar. Nilai toleransi itu harus benar-benar ditanamkan dalam keluarga.”

Ia mengatakan itu terkait dengan peristiwa terorisme beberapa waktu lalu dengan para pelaku yang melibatkan keluarga. Menurutnya, keluarga Indonesia harus bersama-sama menangkal pemahaman radikal seperti itu.
Oleh karena itu, lanjut Yani, peringatan Harganas di lingkungan BKKBN diwarnai dengan dikenakannya pakaian adat dari seluruh daerah di Indonesia. “Kita juga ingin memberikan pesan kepada seluruh keluarga di Indonesia tentang keberagaman kita. Ketahanan keluarga Indonesia adalah juga karena keberagaman yang ada,” ujarnya.

Harganas di lingkungan BKKBN pusat diperingat¬i dengan digelarnya berbagai acara, antara lain lomba membuat tumpeng, khitanan massal, donor darah, dan layanan KB gratis untuk masyarakat.

Peringatan puncak Harganas XXV 2018 baru akan digelar di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada 7 Juli. Acara tersebut diharapkan dapat dihadiri Presiden Joko Widodo yang dapat berinteraksi dengan lapisan masyarakat di kota tersebut.

Dengan tema Hari keluarga: Hari kita semua dan slogan Cinta Keluarga Cinta Terencana, peringatan hari keluarga dimaksudkan agar maknanya dapat dipahami seluruh keluarga dan bisa benar-benar dinikmati. Hari keluarga juga mengingatkan ¬kembali tentang pentingnya mencintai dalam keluarga dan perencanaan dalam membangun keluarga.

Peringatan Harganas XXV 2018 juga akan dimeriahkan Generasi Berencana Indonesia dengan mempersembahkan tarian flashmob serentak di 34 provinsi. Melalui flashmob massal tersebut kelompok remaja Indonesia itu ingin memberikan pesan kepada remaja di seluruh Tanah Air bahwa perkembangan mereka penting untuk ketahanan keluarga. “Gerakan flashmob harus disesuaikan agar dapat memuat konten kehangatan keluarga dan nilai-nilai 8 fungsi keluarga,” kata Ketua Bidang Perencanaan dan Pengembangan Genre Indonesia Nanda Rizka. (IN)