Jakarta, innews.co.id – Pelaku UKM kopi di Indonesia melakukan perubahan dalam berbisnis agar lebih menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Meski memiliki citra rasa terbaik, tanpa didukung promosi yang tepat, kopi Indonesia akan sulit mendunia.

Hal ini dikatakan Praktisi Kopi, Johny Rahadi usai diterima Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di ruang kerjanya, Kamis (16/1/2020). Turut diterima Lisa Ayodhya, Panitia Penyelenggara Indonesian Coffee Event (ICE).

Selama ini, kata Johny, brand kopi Indonesia disembunyikan oleh para broker atau trader. Padahal, berada di ring of fire, membuat kondisi alam sangat mendukung pertumbuhan tanaman kopi. Perpaduan antara mineral kopi dan mineral yang berasal dari gunung berapi menghasilkan kopi berkualitas premium.

Untuk mengenal kopi Indonesia, kata Johny, harus diupayakan promosi lebih besar lagi, khususnya kopi premium agar menjadi trend setter. Untuk mendorong promosi kopi di dunia, dikemukakan juga rencana pemerintah mengadakan pameran kopi Indonesia di Swiss, tahun ini.

Seiring dengan dikenalnya kopi Indonesia, harga kopi juga mulai membaik. Ini mendorong petani meningkatkan produktivitas kebun-kebun kopinya. “Petani kopi sekarang sudah cukup sejahtera dengan membaiknya harga kopi,” kata Johny.

Sementara itu, terkait penyelenggaraan ICE, Lisa Ayodhya mengatakan rencananya akan diselenggarakan 12-15 Februari 2020 di Gedung Smesco Indonesia. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki diharapkan akan membuka acara tersebut.

Acara ini merupakan kompetisi untuk menyeleksi barista dan brewer, yang sekaligus pameran kopi. Lisa mengatakan pemenang lomba barista dan brewer akan dikirim untuk ajang internasional yang diselenggarakan di Italia.

“Peserta lomba sangat antusias, peserta barista ada 100 lebih dan brewerjuga lebih 100 orang,” kata Lisa.

Pameran juga akan menghadirkan para petani kopi dan pelaku UKM untuk mempromosikan produk kopinya di ajang tersebut. Lisa menjanjikan pameran tersebut akan dikemas dengan konsep kekinian. (RN)