Presiden Ir. H. Joko Widodo saat membuka Kongres Kowani (Kongres Wanita Indonesia) ke-XXV secara resmi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/11/2019). Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmavati, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd

Jakarta, innews.co.id – Perempuan Indonesia diharapkan tidak saja mampu mencetak generasi yang unggul dan berakhlak luhur, tapi juga memiliki nasionalisme tinggi, sehingga Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar kelak. Perempuan Indonesia juga diharapkan mampu mengaktualisasikan diri dengan berbagai kemampuan serta mengikuti perkembangan zaman.

Harapan ini disampaikan Presiden Ir. H. Joko Widodo saat membuka Kongres Kowani (Kongres Wanita Indonesia) ke-XXV secara resmi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/11/2019). Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmavati, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd.

Menurut Jokowi, era globalisasi telah mendorong kemajuan perempuan di segala bidang. Karena itu, ia berharap Kongres ini bisa membedah lebih dalam mengenai revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0.

Giwo Rubianto menambahkan, “Perempuan jangan sampai tergilas atau tertinggal, perempuan harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman”.

Dihadapan para perempuan Indonesia, Presiden Jokowi memaparkan kemajuan bangsa Indonesia kini dan harapannya kedepan

Selain itu, perempuan juga harus bisa menjadi panutan dengan memberikan contoh yang baik pada keluarga. Perempuan juga diharapkan tidak hanya meningkat dari sisi peningkatan ekonomi, tetapi juga pengetahuan.

Giwo Rubianto tidak mampu menyembunyikan kebahagiaannya lantaran kongres kali ini bisa dibuka Presiden Jokowi. “Memang sudah menjadi tradisi sejak era Bung Karno hingga Pak Susilo Bambang Yudhoyono, Kongres Kowani dibuka oleh Presiden di Istana,” ujar Giwo.

Dalam kongres kali ini akan dikupas mengenai pemantapan strategi organisasi perempuan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan masyarakat 5.0. Selain itu juga dilakukan pemilihan calon ketua umum Kowani yang baru dan kabarnya diikuti oleh 2 calon. (RN)