Lahan pertanian dilanda kekeringan

Samosir, innews.co.id – Saat sebagian wilayah Indonesia tengah disibukkan dengan penyebaran virus corona, masalah lain terjadi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, yakni kekeringan.

Lahan pertanian seluas 2.700 hektar (ha) di 6 kecamatan di Samosir, dilanda kekeringan, yakni Kecamatan Simanindo (217 ha), Palipi (400 ha), Nainggolan (500 ha), Onanrunggu (240 ha), Pangururan (500 ha), dan Ronggurnihuta (150 ha).

Menyikapi kondisi demikian, Kementerian Pertanian (Kementan) bersiap memberi bantuan mitigasi yang dibutuhkan. Selain itu, Pemerintah Daerah (Pemda) juga diimbau segera mengoordinasikan kebutuhan sarana dan prasarana.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya siap membantu petani dan penyediaan infrastruktur di daerah terdampak kekeringan.

“Ada 4 bantuan yang akan diserahkan Kementan yakni, pompanisasi dan pipanisasi untuk menarik air dari sumbernya, baik sungai atau mata air,” urai Sarwo Edhy.

Bantuan lain, pembangunan embung atau long storage yang bisa menampung air saat musim hujan dan mengalirkan ke sawah jika dibutuhkan. Ketiga, pembuatan sumur bor yang dalamnya bisa mencapai 60 meter. Terakhir, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), sehingga jika lahan padi petani mengalami kekeringan hingga 70 persen, mereka akan dapat ganti rugi sebesar Rp 6 juta per ha per musim.

Sarwo menegaskan, bila Kabupaten Samosir membutuhkan, silakan ajukan permintaannya.

Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir yang terdiri dari Dinas Pertanian yang bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa telah menerjunkan tim terpadu untuk mengatasi kekeringan itu.

Tim bertugas mengerahkan seluruh pompa air pertanian untuk membantu mengatasi kekeringan lahan persawahan akibat sudah tibanya kemarau panjang.

Upaya pemompaan dilakukan di Desa Rianiate seluas 40 ha dengan 2 unit pompa dan Desa Sigaol Sombolon (100 ha) dengan 1 unit pompa besar berkapasitas 50 liter per detik. Sementara Desa Palipi (120 ha) dengan 1 unit pompa besar, Desa Pangaloan (15 ha) dengan 1 unit pompa, Desa Harian (4 ha) gunakan 1 unit pompa, dan Desa Pardugul (40 ha).

“Semoga mesin pompa yang disuplai pemerintah ini dapat meringankan pekerjaan petani dan membawa hasil panen yang baik, walau dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem saat ini,” jelas Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Rohani Bakara dalam keterangannya, Jumat (20/3/2020).

Pihaknya juga siap memberi pelayanan terbaik bagi para petani di Samosir, terutama pada pengembangan pertanian dan pengolahan sawah. Pemkab Samosir juga menyerahkan 100 unit mesin pompa portable pada sejumlah kelompok tani. (IN)