Bupati Samosir saat mengunjungi salah satu stand pada acara Samosir Musik Internasional' yang diadakan pada 23-24 Agustus 2019 lalu

Samosir, innews.co.id – Kritik terhadap rencana penghapusan Festival Danau Toba (FDT), yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), terus meluas. Banyak pihak menilai, FDT yang sudah menjadi agenda rutin di Kawasan Danau Toba sejatinya harus terus dilaksanakan.

Dikonfirmasi memgenai hal tersebut, Rapidin Simbolon, Bupati Kabupaten Samosir, dalam pesannya kepada innews, Senin (13/1/2020) siang mengatakan, “FDT jangan dihapus.

Acara akbar Samosir Musik Internasional’ yang diadakan pada 23-24 Agustus 2019 lalu, mendapat sambutan luar biasa

“Kalau memang Pemprovsu tidak mau menyelenggarakan, kami (Pemda Samosir), siap,” ujar Rapidin lugas.

Menurutnya, FDT bukan semata mencari benefit, tapi merupakan event budaya dan wisata di Kawasan Danau Toba.

Dikatakannya, saat ini angka kunjungan wisatawan ke Danau Toba sudah mulai bangkit. Kesempatan ini jangan sampai redup.

Disediakan banyak tempat bersantai saat Samosir Musik Internasional’ yang diadakan pada 23-24 Agustus 2019 lalu

Bupati Samosir menambahkan, pada periode 1-12 Januari 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke Samosir sebanyak 42.041 orang dengan nilai pendapatan asli daerah sebesar Rp 231.667.000. “Ini menunjukkan mulai bangkitnya pariwisata di Kabupaten Samosir. Meski tahun baru sudah lewat, masih banyak wisatawan asing datang ke Samosir,” jelasnya.

Menurut Rapidin, promosi wisata lewat event sangatlah efektif. Karena saat event, para pengunjung yang datang akan memanfaatkan momen untuk ber-selfie dan mensharenya lewat berbagai media sosial.

Satu event yang telah dilaksanakan Pemkab Samosir adalah ‘Samosir Musik Internasional’ yang diadakan pada 23-24 Agustus 2019 lalu yang mendapat sambutan yang luar biasa.

Rapidin menjelaskan, event tersebut dikelola oleh event organizer yang profesional serta mumpuni dan melibatkan para pemangku kepentingan.

Karena itu, Rapidin menilai FDT jangan dihapus. Itu menjadi bagian promosi wisata. Tinggal diperkuat saja promosi serta mengadakan event-event yang lebih bernilai jual tinggi. (RN)