Bogor, innews.co.id – Masuk Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, Cahriani, SH., M.Kn., memulai karir sebagai notaris di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Sebelum di FH, Rini pernah mengenyam pendidikan di ASMI, Jakarta, setamat SMA. “Tadinya saya mau jadi sekretaris. Eh, malah jadi notaris sekarang,” ujar Rini, sapaan akrabnya, sambil tergelak. Tamat dari Pakuan, Rini meneruskan pendidikan kenotariatan di Universitas Indonesia.

Rini terbilang sosok wanita yang aktif dalam dunia organisasi. “Saya senang dan cinta berorganisasi sejak sekolah. Tapi saya tidak punya tujuan apa-apa dalam berorganisasi kecuali mengabdikan diri untuk banyak orang,” ujar wanita cantik yang aktif di Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ini saat ditemui di kantornya yang asri, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, organisasi itu adalah tempat kita bermasyarakat. “Dalam organisasi kita bisa temui orang-orang yang berambisi. Kalau saya, tidak ada ambisi apa-apa, kecuali membantu organisasi itu bisa maju,” tandasnya.

Dirinya justru senang membantu rekan-rekannya dalam organisasi untuk bisa maju dan berkembang. Dia mencontohkan, dalam dunia notaris, ia suka miris melihat teman-teman yang mau ikut kegiatan Kongres dan lainnya, tapi memiliki keterbatasan biaya. Atau mungkin mau ikut seminar yang diadakan INI atau IPPAT, tapi biaya yang dikenakan tidak terjangkau.

Dikatakannya, banyak organisasi cenderung profit oriented, sementara kemanfaatan bagi anggotanya kurang dirasa. Ini ironis sekali. Padahal, prinsip Rini, organisasi harus memiliki manfaat yang besar bagi segenap anggotanya, bahkan orang di luar organisasi itu. 

Berkembang

Selama berkarir di Sukabumi, istri tercinta Richard Ilsanker ini sudah duduk di Pengda Sukabumi. Pada 2008, ia diangkat menjadi PPAT. Lalu, pada 2010, ia hijrah ke Bogor hingga kini menempati kantor sekaligus kediamannya di Baranangsiang Indah, Bogor.

Dalam bekerja prinsip dasar Rini adalah jujur dan dapat dipercaya. “Kedua hal ini melengkapi upaya kita untuk terus menjaga nama baik,” tukasnya.

Rini bersyukur dukungan dari keluarga, utamanya sang suami begitu besar dalam kemajuan karirnya. “Suami dan anak-anak begitu memahami akan berbagai aktifitas saya, baik dalam pekerjaan maupun berorganisasi,” ucap wanita kelahiran Bogor, 25 September 1967 ini. 

Bangun Nice For Jokowi

Di kediaman Rini, pada 18 September 2018 dideklarasikan organisasi Nice For Jokowi.  Sekitar 500-an orang hadir pada acara tersebut yang juga dihadiri oleh Siswono Yudo Husodo. 

Rini menerangkan, “Nice For Jokowi adalah paguyuban mandiri yang didirikan oleh berbagai elemen masyarakat yang memiliki kesamaan maksud yaitu menyisihkan waktu dan rezeki untuk mengawal dan mensukseskan kemenangan pasangan Jokowi – Ma’ruf dalam Pilpres 2019.

“Dibalik nama Nice For Jokowi ada doa dari rakyat agar Pak Jokowi bisa terpilih kembali dalam pesta rakyat di 2019,” tambah Rini. 

Visi organisasi ini, “Negara Indonesia akan bangkit kalau pemimpinnya bersih, jujur, dan punya integritas”. Sedang misinya memperjuangkan pemimpin yang sudah terbukti kerja untuk rakyat agar terus membangun mental, spiritual, dan karakter bangsa; dan mengawal pemerintah bersih dan memberantas KKN tanpa kecuali.

Ada berbagai kegiatan dari Nice For Jokowi di antaranya penyuluhan hukum, membantu masyarakat memeriksa dokumen masyarakat dalam rangka pengurusan PTSL ke kelurahan setempat, dan sebagainya. Rini menunjukkan sekitar 90 dokumen di mejanya yang tengah ia bantu mengecek kelengkapan dokumennya. 

Selain itu, memberikan pelayanan masyarakat berupa pembuatan akta pendirian yayasan, memberikan pelayanan masyarakat yang memerlukan izin usaha dalam bentuk akses OSS secara cuma-cuma bagi pengusaha mikro dan UKM, mensosialisasikan sikap cerdas dan kritis terhadap berita hoaks, serta ikut aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya. (RN)