Jakarta, ICNEWS.co.id – Sekitar 70 tahun silam. Dr. Sam Ratulangi, pejuang nasional asal Sulawesi Utara pernah mengatakan bahwa Sulut akan menjadi daerah kunci perdagangan di Laut Pasifik. Prediksi tersebut oleh Dr. ML. Denny Tewu, SE., MM., akan coba dijawantahkan lewat perjuangannya menjadi anggota DPD RI periode 2019-2024.

Sam Ratulangi kala itu mengatakan, Laut Pasifik akan ramai dengan perdagangan dunia. Dan Sulut akan menjadi ramai oleh lalu lintas bisnis lintas negara tersebut.

Apa yang dikatakan Sam Ratulangi bukan karangan belaka, karena dalam tiga tahun terakhir, pengembangan Sulut demikian pesat. Perhatian dunia mengarah pada daerah yang berada di bibir Laut Pasifik ini. Ada begitu banyak investor, khususnya asal Tiongkok yang berkeinginan masuk berinvestasi di daerah itu. Tidak tanggung-tanggung, saat ini saja dalam seminggu sudah ada tujuh kali penerbangan dari Tiongkok langsung ke Manado.

Menurut Denny Tewu, ke depannya Laut Pasifik akan menjadi jalur perdagangan dunia yang sangat sibuk. Ini dikarenakan jalur melalui Laut Pasifik lebih singkat, dari Australia ke wilayah Asia Timur sampai ke Eropa. Begitu juga dari Amerika, barang-barang cukup melalui Laut Pasifik langsung bisa dikirim ke Eropa melalui jalan darat lewat Tiongkok, tidak lagi melalui Singapura. Artinya, ada efisiensi biaya yang luar biasa dalam perdagangan dunia ke depannya.

“Karena itu, Sulut sendiri harus dibenahi dalam segala bidang agar siap menghadapi perubahan dan kemajuan tersebut,” kata Denny Tewu yang juga Komisaris Utama PT Asuransi Kresna Mitra Tbk ini.

Bagi Denny Tewu yang pernah duduk sebagai Ketua Umum Partai Damai Sejahtera ini, Sulut bisa menjadi hub-port internasional. Hal ini tentu memberi income besar bagi daerah tersebut. “Dengan pendapatan daerah yang besar, tentu akan mendorong kesejahteraan yang lebih baik lagi,” kata Denny yang lahir di Surabaya, 11 Juli 1963 ini.

Pembenahan daerah, lanjut dia, tentu tidak bisa dikerjakan oleh seorang gubernur sendiri. Butuh orang yang benar-benar mengerti, mampu, serta memiliki akses luas, sehingga bisa melakukan lobi-lobi, terutama di tingkat pusat. Hal ini juga yang mendorong Denny Tewu maju sebagai calon anggota DPD RI pada Pemilu 2019 nanti.

Antisipasi

Menurut Denny yang juga dikenal sebagai Dosen Magister Manajemen di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini, lonjakan perkembangan di Sulut harus diantisipasi sedini mungkin. Hal ini penting, karena kalau tidak, masyarakat di sana nanti akan menjadi shock dengan perubahan cepat yang bakal terjadi.

Tidak hanya kesiapan mental, dari sisi penyiapan tenaga kerja juga mutlak dilakukan. “Masak nanti kita harus impor tenaga kerja? Harapannya sih tidak,” kata Denny. Untuk itu, dibutuhkan sosialisasi kepada seluruh masyarakat.

Denny berkeinginan di Sulut dibangun pelabuhan berkelas internasional, yang bukan hanya untuk penumpang atau turis, tapi juga untuk perdagangan. “Kita lihat sekarang Bitung sudah dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), ini harus didorong terus agar pembangunannya semakin cepat,” tukas Denny yang juga Komisaris Utama PT Kresna Ventura Kapital ini. Karena itu, butuh orang-orang di pusat yang capable untuk bisa mengingatkan hal tersebut.

Panggilan politik

Kerinduan Denny Tewu untuk maju sebagai anggota DPR RI tak lain hanya ingin membangun daerahnya supaya lebih berkembang lagi. “Saya percaya Tuhan menganugerahkan kekayaan alam dan posisi daerah yang luar biasa kepada Sulut. Sayang jika hal ini tidak kita manfaatkan sebaik mungkin demi untuk kesejahteraan masyarakat di sana,” kata suami tercinta Juanita Walewangko ini.

Denny merasa Pemilu Legislatif 2019 menjadi momentum penting dan panggilan politiknya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara kian menguat.

Bidang pendidikan juga menjadi fokus ayahanda dari Praicy Tewu, Timothy Tewu, dan Kezia Tewu ini. “Kita harus benar-benar mendidik generasi muda Sulut untuk bisa berkiprah di berbagai bidang. Seperti penguatan keilmuan di bidang IT yang akan menjadi sorotan ke depannya. Demikian juga kita cetak tenaga-tenaga ahli di dunia kemaritiman, perkebunan, industri, perkapalan, dan sebagainya,” urai Denny.

Hal lain yang akan diperjuangkan Denny kelak adalah bagaimana menjadi Sulut menjadi pusat ekonomi Indonesia Timur. Ini menjadi mimpi besarnya tentu dengan berbagai pertimbangan dan melihat posisi Sulut yang demikian strategis.

Saat ini, Denny Tewu intens mengunjungi daerah-daerah di Sulut guna menyerap aspirasi dari masyarakat untuk menjadi bahan perjuangannya kelak di DPD RI. Dia berharap, masyarakat bisa benar-benar melihat para calon yang akan “bertarung”. “Pilihlah wakil yang benar-benar kompeten untuk bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak, bukan orang yang tidak capable. Jangan hanya mengukur secara kapital, tapi lihat apakah calon tersebut benar-benar punya kemampuan atau tidak,” pintanya. (RN)