Jackon Kumaat Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP KNPI

Jakarta, innews.co.id – Tidak ada satu negara pun di dunia yang siap menghadapi wabah korona, termasuk Indonesia. Lantaran penyakit ini belum ada obatnya. Meski begitu, langkah-langkah yang telah ditempuh Presiden Joko Widodo dan jajarannya, dalam upaya menyelamatkan rakyat Indonesia, patut diapresiasi.

Hal ini dikatakan Jackson Kumaat Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP KNPI, ketika dihubungi innews, Sabtu (21/3/2020). “Sudah maksimal. Kalaupun ada kekurangan, siapapun Presidennya, tidak ada yang benar-benar siap menghadapi pandemi global ini,” ujarnya.

Menurut Jackson, yang dibutuhkan sekarang adalah kedisiplinan dalam menjalani hidup. “Rajin cuci tangan dan pakai hand sanitizer. Orang yang sakit flu dan batuk-batuk harus pakai masker,” kata Jackson.

Dia meminta masyarakat untuk mematuhi setiap imbauan yang sudah dikeluarkan pemerintah harus kita patuhi. “Masyarakat harus percaya kepada pemerintah, baik di tingkat pusat hingga daerah soal penanganan wabah korona,” imbuhnya.

Ditanya soal kemungkinan melakukan lock down, Jackson mengatakan, “Setiap hari terjadi penambahan 60-70 orang tersuspect korona. Demikian juga yang meninggal bertambah, sementara yang sembuh masih terbilang sedikit. Kalau kondisinya demikian, untuk dan atas nama kemanusiaan, mungkin di daerah yang parah harus di lock down“.

Demikian juga soal agenda politik di 2020, menurut Jackson, melihat kondisi saja. Kalau memang sudah tidak bertambah pasien korona, silahkan menjalankan agenda politik. Namun, bila tidak memungkinkan, pemerintah juga harus arif dan memutuskan yang terbaik.

Kepada masyarakat, Jackson berharap sungguh-sungguh mematuhi himbauan pemerintah. “Jangan nanti karena tidak patuh, lantas terinfeksi korona, yang disalahkan pemerintah,” pungkasnya. (RN)