Berpadu hadapi Covid-19

Oleh: Dr. dr. Lucy Widasari, MSi*

Menjaga kesehatan dengan meningkatkan dan mempertahankan daya tahan tubuh diyakini sebagai upaya utama mencegah penularan virus Covid 19. Beberapa faktor dapat mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap infeksi virus, diantaranya kondisi kesehatan secara umum, usia, keturunan (genetik) dan daya tahan tubuh atau imunitas.

Untuk itu diperlukan tubuh dengan status gizi baik dengan gizi seimbang. Selama ini yang diartikan dengan gizi seimbang hanya terkait dengan susunan makanan yang mengandung zat-zat gizi yang cukup memenuhi kebutuhan tubuh. Menurut berbagai penelitian makanan yang cukup zat gizinya ternyata belum tentu membuat orang berstatus gizi baik, berdaya tahan tinggi, dan sehat.

Gizi Seimbang baru bermanfaat apabila memenuhi empat hal sebagai berikut:

1. Makanan sehari-hari mengandung zat-zat gizi yang jumlah dan jenisnya beraneka ragam, seimbang, dan memenuhi kebutuhan tubuh.

2. Menjaga kebersihan makanan, kebersihan tangan, dan alat-alat makan dengan berbagai cara, termasuk untuk tidak menggunakan alat makan dan minum bersama dengan alat yang sama, agar terhindar dari pencemaran bakteri dan atau meningkatkan pertahanan tubuh terhadap virus seperti corona yang saat ini menghantui dunia, termasuk Indonesia.

3. Aktif bergerak dan olahraga. Selain diperlukan untuk meningkatkan imunitas, juga untuk menjaga berat badan yang normal, tidak kurus tidak gemuk. Berat badan normal adalah salah satu indikator penting dari kesehatan. Terlalu kurus dan terlalu gemuk (obese) dapat mengganggu daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit, termasuk penyakit infeksi.

4. Biasakan menimbang berat badan secara teratur untuk menjaga berat badan normal atau ideal yang dikenal sebagai Indeks Massa Tubuh (IMT). Rumusnya BB (kg) dibagi TB (meter) kuadrat. Berdasarkan kriteria Kemenkes, BB normal apabila IMT diatas sama dengan 18,5 sampai kurang dari 24,9. Kurus IMT dibawah 18,5, berat badan lebih bila IMT diatas sama dengan 25 sampai dibawah 27 dan obesitas bila IMT diatas sama dengan 27.

Keempat persyaratan gizi seimbang diatas, untuk pertama kalinya disebut sebagai “Empat Pilar Gizi Seimbang” oleh Prof. Soekirman, dalam buku “Sehat dan Bugar karena Gizi Seimbang”, terbitan Institut Danone Indonesia, 2013. Kemudian istilah Empat Pilar itu juga dipakai pada buku Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan 2016.

Dapat disimpulkan bahwa dalam rangka pencegahan penularan virus corona, perlu upaya meningkatkan daya tahan tubuh optimal dengan makanan yang bergizi seimbang adalah baik, tetapi tidak cukup.

Gizi seimbang yang benar, menurut Prof. Soekirman, tidak hanya bicara soal zat makanan dan gizi, tetapi juga bicara soal kebersihan, olahraga, dan berat badan ideal, sebagai suatu kesatuan karena masing-masing saling mempengaruhi.

Keempat aspek dari gizi seimbang itulah yang disebut sebagai ‘Empat Pilar Gizi Seimbang’ yang seharusnya selalu dijelaskan tiap pilarnya, bukan hanya aspek makanannya. (*)

* Penulis adalah Dokter, Dosen, dan Peneliti di Jakarta