Tanah Karo, innews.co.id – Erupsi Gunung Sinabung yang memuntahkan abu vulkanik mencapai 7.000 meter disertai awan panas yang terjadi Minggu (9/6/2019) berdampak pada pertanian di sejumlah wilayah dan terancam gagal panen.

Setidaknya 5 kecamatan Kecamatan Mardinding, Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Merdeka, dan Kecamatan Berastagi, terpapar abu vulkanik dengan ketebalan abu bervariasi tergantung arah angin.

Desa Sukandebi, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, merupakan kecamatan terparah terpapar abu pasca erupsi 7.000.

Tak heran, lahan seluas 1 hektar milik Usahanta Sitepu tertutup abu vulkanik setebal 1 sentimeter dan berpotensi gagal panen.

“Saya menanam tomat, kentang, bunga kol, ya semuanya kena abu. Kalau tidak turun hujan beberapa hari ini, pasti rusak semua taman kita di sini,” ujar Usahanta Rabu (12/6/2019).

Upaya yang bisa ia lakukan hanya mengibas abu yang menutupi daun di tanamannya dengan menggunakan sapu alami yang ia buat dari ranting daun, ini dilakukan untuk membersihkan daun dari tumpukan abu vulkanik Sinabung.

Dinas Pertanian Kabupaten Karo, masih melakukan pendataan terkait kerusakan lahan pertanian akibat dampak abu vulkanik Gunung api Sinabung.

Menurut Sarjana Purba Kepala Dinas Pertanian Karo, pihaknya masih mendata lahan pertanian yang terpapar abu vulkanik pasca erupsi kemarin, berapa luas lahan terpapar dan berapa besar kerusakannya.

Saat ini, Gunung api Sinabung berstatus siaga level 3, dengan masih tingginya aktivitas Sinabung, warga tetap dihimbau untuk tidak memasuki zona merah Sinabung yang telah di rekomendasikan pos pvmbg, yakni 3 km dari puncak Gunung api Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara, dan jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. (MT)