Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia DKI Jakarta, Hj. Diana Dewi

Jakarta, innews.co.id – Merebaknya covid-19, berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah. Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia DKI Jakarta, Hj. Diana Dewi mengatakan, pelemahan rupiah saat ini berbeda dengan yang terjadi di 1998 silam.

“Beberapa hari ini memang dollar menguat secara signifikan terhadap rupiah. Fenomena ini terjadi di picu oleh ketidakpastian global dan pandemi covid-19, sehingga membuat para investor melepaskan asetnya di pasar keuangan dan modal,” ungkap Diana.

“Saya perlu tegaskan bahwa kondisi ini berbeda sekali dengan yang terjadi di 1998, sehingga masyarakat tidak perlu panik, dan tidak terpancing isu-isu menyesatkan. Fenomena ini tidak terjadi pada rupiah saja, mata uang negara lain pun saat ini sedang tertekan,” kata Diana.

Namun Diana berkeyakinan pemerintah dapat menjaga mekanisme pasar. “Saya yakin pemerintah, dalam hal ini Bank Indonesia, sedang bekerja untuk dapat menjaga mekanisme pasar dan likuiditas. Fenomena ini terjadi hanya karena faktor psikologis sehingga tidak akan berlangsung lama. Perlemahan rupiah saat ini saya pikir tidak akan berpengaruh banyak terhadap perekonomian Indonesia,” jelas Diana.

Dalam kondisi seperti saat ini, selain memberi kesempatan kepada Bank Indonesia untuk bekerja, Diana berharap pemerintah tetap fokus dalam penanganan Pandemi Covid-19, karena hal tersebut penting untuk dapat menimbulkan kepercayaan pasar kembali.

“Apabila penanganan pandemi covid-19 ini tidak dilakukan secara serius, akan berimbas cukup besar terhadap perekonomian dan investasi di Indonesia,” imbuh Diana. (RN)