Irwan Iden Gobel Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI)

Jakarta, innews.co.id – Dampak wabah korona begitu dirasakan bisnis katering. Dikabarkan dari sisi marketing anjlok mencapai 70 persen.

Hal ini disampaikan Irwan Iden Gobel Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) kepada innews, Sabtu (21/3/2020). “Di industri katering, dampaknya sangat tinggi. Bahkan bisa dikatakan industri kami sangat terpuruk. Untuk katering pernikahan, banyak pihak membatalkan order. Selain itu, pihak ketiga tidak mau pembayaran uang mukanya hangus. Kalaupun ada, jumlahnya tidak banyak,” terang Iden.

Ditambahkannya, untuk industri restoran banyak yang tutup. Kebanyakan hanya melayani pesanan online yang jumlahnya cukup naik, tapi tidak menutupi sales yang ditargetkan untuk kebutuhan per bulannya.

“Saya belum menghitung pasti, tapi kira-kira terjadi kehilangan (lost) 70 persen dari sales kami,” tukasnya.

Selain itu, lanjut Iden, banyak terjadi pengurangan karyawan. Meski begitu, Iden menegaskan pihaknya menghindari PHK. “Tenaga kerja bagi kami adalah aset perusahaan karena berhubungan langsung dengan keahliannya,” jelasnya.

Dijelaskan pula, harga row material melonjak tinggi. Belum lagi jumlah pembelian yang dibatasi. Dan, yang paling signifikan, tidak adanya item tertentu, contoh sayur yang kurang pasokannya.

Soal himbauan melakukan work from home, Iden dengan lugas mengatakan, bisnis katering tidak bisa demikian, karena bersentuhan langsung dengan operation dan delivery.

Menurut Iden, saat ini pemerintah perlu mendata kebutuhan global pangan dari berbagai sektor industri makanan. “Yang paling cepat ialah jumlah barang yang tercukupi, mekanisme pembelian bahan di beberapa sektor, membantu menstabilkan harga barang, menjaga pasokan bahan fresh, seperti sayur dan buah. Juga bersama-sama PPJI bisa memberikan bantuan makanan ke beberapa pihak yang kurang mampu bertahan, sehingga paling tidak menjaga kestabilan pangan pada saat ini,” paparnya.

Kepada anggota PPJI, Iden berharap bisa cepat melakukan kontigensi strategi usaha dengan cara mengurangi jumlah fix cost, menutup gerai lebih cepat untuk yang industri dan wedding, merumahkan karyawan secara bergiliran, membuat inovasi sales dengan melakukan sales digital dan delivery to home. Dalam hal ini bisa kerja sama dengan aplikasi-aplikasi digital. Juga menjaga stock barang dengan memakai habis row material secara maksimal agar tidak ada yang terbuang. “Banyak hal yang bisa kita lakukan. Justru sekarang saatnya kita buktikan bahwa kita bisa membantu pemerintah dalam menghadapi pademi ini,” pungkas Iden. (RN)