Jakarta, innews.co.id – Sidang gugatan Kongres VII Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) memasuki tahap mediasi. Rencananya akan dilaksanakan besok, Rabu (16/1/2019), di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Hakim telah menunjuk M. Noer, SH., MH., sebagai mediator yang akan coba menengahi dua pihak yang berseteru.

Banyak pihak menaruh harapan besar bahwa masalah ini bisa selesai di tingkat mediasi agar tidak berkepanjangan. Diperkirakan mediasi akan berjalan alot.

Untuk mengetahui persiapan dari pihak-pihak yang turut dalam mediasi tersebut, innews menghubungi Dr. Sofyan Syafran (Tergugat I), Senin (14/1/2019).

Secara singkat Syafran mengaku tidak ada persiapan khusus menghadapi mediasi ini. “Tidak ada persiapan,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Dr. Hapendi Harahap selaku Turut Tergugat I. “Saya tidak mempersiapkan secara khusus, karena saya hanya turut tergugat saja,” kata Hapendi.

Sementara itu Julius Purnawan, SH., MSi., Ketua Umum PP IPPAT hasil Kongres VII di Makassar (Tergugat X), ketika dihubungi tidak memberi tanggapan, meski pesan yang dikirim dibaca oleh yang bersangkutan.

Demikian juga dengan Gatot Tri Waluyo (Tergugat VII) dan Elis Nurhayati(Tergugat VIII), dua anggota Presidium Kongres VII, hingga berita ini diturunkan tidak memberi jawaban. Mungkin dua presidium bersama Julius Purnawan tengah mempersiapkan diri guna menghadapi mediasi sebaik-baiknya.

Di pihak lain, Tagor Simanjuntak, SH., selaku juru bicara PPAT Peduli IPPAT mengatakan, tidak ada persiapan khusus, sebatas yang normatif saja.

Lebih jauh Tagor mengatakan, “Penggugat akan mengajukan usulan penyelesaian berdasarkan ketentuan AD/ART. Dan bisa juga Konferensi INI ketika menghadapi kemelut yang hampir sama”.

Suasana jelang mediasi nampak menegangkan. Apa yang disampaikan Dr. Habib Adjie dalam wawancara beberapa waktu mungkin bisa menjadi salah satu alternatif mediasi, yakni Kongres Luar Biasa (KLB).

“Kalau sesuai AD/ART ya KLB (Kongres Luar Biasa). Karena akan memberikan hak kepada semuanya,” kata Habib Adjie. (RN)