Depok, innews.co.id – Spirit pengabdian menjadi kunci pengabdian, baik di lingkup Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), pun di Indonesia secara makro.

“Semangat pengabdian adalah kunci untuk membangun bangsa Indonesia lebih baik lagi di masa depan. Mengabdi pada FH UI, mengabdi pada Indonesia,” seru Ashoya Ratam, SH., M.Kn., calon Ketua Umum Ikatan Alumni (Iluni) FH UI dalam Panel Discussion sebagai rangkaian Dies Natalis FHUI-94 di Auditorium Balai Sidang Djokosoetono, Kampus FH UI, Depok, Rabu (3/10) lalu.

Di hadapan ratusan peserta acara One Day-Conference and Panel Discussion tersebut, Ashoya memaparkan tentang aspek legal dan akibat hukum pendirian special purpose vehicle (SPV).

Dalam paparannya, Ashoya menekankan bagaimana perusahaan sebaiknya mendirikan PT sesuai dengan aspek hukum yang berlaku di Indonesia, apa pun tujuannya baik sebagai SPV atau bukan.

Dalam aspek kenotariatan, para notaris harus mengawal proses ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

Lebih jauh Ashoya menekankan bahwa notaris wajib mengawasi pendirian perseroan, melihat proses pendirian, dan menjaga kepatuhan terhadap undang undang yang berlaku untuk pendirian perusahaan.

“Walaupun terdapat banyak kekurangan peraturan, notaris perlu menjaga agar dalam pendirian SPV ini tidak terjadi masalah. Penggunaan SPV tanpa pengawasan akan memiliki dampak negatif di masa depan,” seru Ashoya.

Lewat acara ini, wanita cantik yang punya tagline hastag #salamjabaterat ini juga membuktikan komitmennya dalam berbagi ilmu, baik sebagai pengajar di kampus FH UI maupun dalam forum-forum skala besar lainnya. (RN)