Bali, innews.co.id – Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP IPPAT) dipastikan akan pasif dalam menanggapi gugatan yang saat ini tengah berproses di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Hal itu disampaikan Julius Purnawan, SH., MSi., Ketua Umum PP IPPAT dalam sambutannya pada Konferensi Wilayah (Konferwil) IPPAT Bali di Hotel Gran Inna BaliBeach, Bali, Senin (19/11).

Diakui Julius, pasca Kongres VII IPPAT di Makassar, memang pengurus baru menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya menyangkut gugatan IPPAT di PN Jakbar.

“Kondisi setelah kongres menghadapi kendala-kendala. Namun, perlu saya tegaskan bahwa saya pribadi tidak terlibat dalam kepanitiaan Kongres VII IPPAT, sehingga tidak mungkin melakukan kecurangan-kecurangan, seperti jual-beli suara, penggelembungan suara, dan lainnya,” terang Julius dihadapan para PPAT se-Provinsi Bali.

Konferwil IPPAT Bali, Senin (19/11)

Menghadapi gugatan, kata Julius, PP IPPAT tidak akan bersikap aktif atau reaktif, melainkan pasif.

“Kami akan pasif dan memilih hanya menyajikan fakta-fakta di lapangan secara apa adanya,” tandas Julius.

Disampaikan pula, bahwa beberapa waktu lalu, para Ketua Pengwil IPPAT telah berkomitmen mempertahankan seluruh keputusan kongres, terkait pemilihan ketua umum dan ketua MKP.

Pun, lanjut Julius, para Ketua Pengwil sudah menyatakan bahwa tidak ada catatan tidak baik pada pelaksanaan Kongres VII IPPAT.

Julius mengajak semua pihak untuk kembali bersatu pasca-Kongres VII IPPAT. “Kepentingan kita sama untuk memajukan IPPAT lebih baik lagi. Karena itu, marilah kita bersatu,” tandas Julius. (RN)