Rombongan Indonesia di acara UN di New York

New York, innews.co.id – Akses layanan publik dan infrastruktur yang begitu gencar dibangun di era Pemerintahan Joko Widodo telah turut meningkatkan kesejahteraan kaum perempuan dan mendorong kesetaraan gender.

Selain itu, program-program nyata lainnya seperti Kartu Indonesia Sehat, Sertifikat tanah gratis, dan sebagainya telah mampu mendorong pemberdayaan perempuan secara lebih komprehensif.

Dr. Ir. Giwo Rubianto.Wiyogo., M.Pd., bersama pimpinan perempuan di dunia

Hal ini secara terbuka disampaikan Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., dalam pertemuan tahunan Komisi status Perempuan (Commission on the Status of Women, CSW) ke-63, yang merupakan komisi fungsional dari dewan ekonomi dan sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (ECOSOC, Economic and Social Council) yang mempromosikan hak-hak perempuan dalam bidang politik, ekonomi, sipil, sosial dan pendidikan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, sejak 11 Maret 2019 lalu.

Pertemuan tahunan tersebut dibuka langsung oleh Sekjen PBB António Manuel de Oliveira Guterres dan dihadiri oleh Perwakilan dari negara-negara anggota PBB, badan-badan PBB, dan organisasi non-pemerintah (LSM). Juga hadir wakil tetap Duta Besar RI Indonesia di New York.

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo bersama Ketua ICW

Sementara itu dari Indonesia hadir antara lain pejabat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., yang didampingi oleh beberapa pengurus Kowani Ulli Silalahi SE., Tantri Dyah Kiranadewi SE., Ak., Ir. Sharmila MSi., Lisye Sinulingga SH., MH., Farahdibha Tenrilemba SS., dan Sylvia Mogot.

Turut serta dalam rombongan kontingen Indonesia perwakilan dari Pita Putih Indonesia (PPI) yang merupakan anak organisasi Pita Putih Internasional (Global White Ribbon Alliance) yang mendukung keselamatan ibu hamil, melahirkan dan nifas serta bayi baru lahir diantaranya Ir. Wincky Lestari dan DR. dr. Lucy Widasari MSi.

Perjuangkan hak-hak perempuan, Dr. Ir. Giwo Rubianto tampak serius mengikuti jalannya sidang

Kowani adalah satu-satunya organisasi federasi di Indonesia yang mempunyai permanen status sebagai anggota UN Women dan ECOSOC.

Giwo Rubianto perjuangkan hak-hak kaum perempuan

Menurut Giwo yang juga anggota National Alliance Council (NAC) serta Vice President International Council of Women (ICW), “Sesuai dengan tema utama yang diangkat pada pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Indonesia dibawah kepemimpinan Bapak Jokowi telah melaksanakan akses bagi layanan publik dan infrastruktur berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan perempuan untuk kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan dan anak perempuan”.

Ke depan, lanjut Giwo, perlu strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender melalui kebijakan dan program dengan memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki khususnya dalam proses pembangunan, yang dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo konsisten perjuangkan hak-hak kaum perempuan

Ditambahkannya, melalui acara ini ada outcome positif bagi seluruh peserta dan memiliki multiplayer effect, atau efek pengganda yaitu proses keterkaitan perubahan di satu bidang yang dapat menjadi salah satu penyebab perubahan di bidang yang lain.

Lebih jauh Giwo yang juga duduk sebagai Ketua Umum Pita Putih Indonesia (PPI) mengatakan, “No women and girls behind, tidak ada perempuan dan anak perempuan di belakang. Kesadaran akan posisi yang setara dengan laki-laki membuat perempuan dapat lebih meningkatkan kualitas hidup dan potensi yang dimiliki. Kami memerlukan peran perempuan yang lebih dari sebelumnya”. (RN)