Jakarta, innews.co.id – Nampaknya aroma Pilpres 2019 di Sumatera Barat akan berbeda dengan 2014 silam.

Di 2014 silam, Capres-Cawapres Jokowi-JK kalah telak dari pasangan Prabowo-Hatta.

Namun kini kondisi tersebut bisa berbalik. Hal ini mulai nampak dengan mengalirnya dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf dari 10 kepala daerah di Sumbar.

Enam di antaranya secara khusus datang, sekaligus mewakili rekannya mendeklarasikan diri di Posko Relawan Jokowi (Rejo), Menteng, Jakarta,  Rabu (3/10).

“Kepala daerah ini komitmen untuk mendukung Jokowi-Amin di Pilpres 2019. Pernyataan sikap ini tentu kami sambut baik,” ujar anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Sidarto Danusubroto.

Ke-10 kepala daerah tersebut, yakni Bupati Kabupaten Sijunjung Yuswir Arifin, Bupati Kabupaten Dharmasraya Sutan Riska, Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Hendrajoni, Bupati Kabupaten Solok Gusmal.

Kemudian, Wali Kota Solok Zul Elfian, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Bupati Kabupaten Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Bupati Kabupaten Pasaman Yusuf Lubis, Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabagalet, dan Bupati Kabupaten Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi.

“Nanti tambah dua kepala daerah yakni Wali Kota Padang Panjang terpilih dan Wali Kota Pariaman terpilih akan deklarasi setelah dilantik bulan ini. Jadi total 12 kepala daerah,” kata Sidarto.

Sidarto menambahkan, para kepala daerah itu akan masuk ke struktur Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin untuk memenangkan pasangan nomor urut satu tersebut di daerah masing-masing.

Anggota Dewan Pengarah TKN lainnya, Agung Laksono, mengatakan dukungan dari para kepala daerah tersebut adalah karena terkesan dengan apa yang telah dikerjakan Jokowi selama menjadi presiden.

“Mereka terkesan dengan Jokowi atas apa yang sudah dikerjakan. Untuk itu, mereka memberikan dukungan,” terangnya.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menjelaskan alasannya mendukung Jokowi menjadi Presiden dua periode. Menurutnya, pemerintahan Jokowi bergerak cepat melakukan pembangunan di daerah mereka.

“Selama pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla kami minta apa pun untuk pembangunan Indonesia tidak pernah dihambat. Dan juga kita lihat Nawa Cita presiden, kami sangat suka dan ada yang kami kerjakan, semuanya sejalan, ini yang kami lakukan demi masyarakat, bukan demi kepala daerah,” pungkasnya. (RN)