Paduan suara yang tampil memukau

Jakarta, innews.co.id – Tidak seperti kebanyakan gereja, terutama di Ibu Kota yang kerap menggelar malam pencarian dana dengan mengundang artis-artis papan atas, GKPI Pondok Ranggon justru melakukan hal sebaliknya.

Dengan memanfaatkan potensi lokal, GKPI mengadakan malam dana untuk pembangunan gereja.

Seperti rilis yang diterima innews, dikatakan, memiliki gedung gereja menjadi kerinduan jemaat GKPI Pondok Ranggon.

“Kami rindu untuk memiliki pertapakan yang lebih luas sehingga lebih memadai dari rumah ibadah yang saat ini berukuran 5×12 meter persegi,” jelas Erry Hutabarat salah seorang jemaat.

Keterbatasan ini, lanjut dia, menyebabkan kebaktian Sekolah Minggu tidak bisa dilakukan di dalam gereja, tetapi berganti-ganti di rumah jemaat.

Kebetulan, tanah yang berada tepat di samping gereja ditawarkan pemiliknya yang non-kristiani kepada gereja. “Kami bersyukur dan percaya ini jalan Tuhan agar kami bisa beribadah dengan lebih baik lagi,” tandas Erry.

Malam Dana GKPI Pondok Ranggon dilakukan dengan semangat kebersamaan.

Dikatakan Erry, malam dana dilakukan dengan bersahaja, tanpa ada artis atau penyanyi profesional. Namun, kebersahajaan itu terbukti tidak mengurangi maknanya dan malah menjadi kesempatan untuk memuji Tuhan dengan menampilkan berbagai bakat seni dan talenta yang dimiliki jemaat.

Dalam ibadah dan acara penggalangan dana tersebut ditampilkan berbagai pujian dan tarian oleh Sekolah Minggu, Pemuda-pemudi, Kaum Perempuan dan Kaum Pria GKPI Pondok Ranggon. Selain itu juga berpartisipasi Vokal Grup STT Jakarta, Paduan Suara Sola Gratia GKPI Menteng, Paduan Suara Pria GKPI Menteng.

GKPI Pondok Ranggon adalah salah satu jemaat yang paling beragam latar belakang etnisnya sesuai dengan visi awal para perintis GKPI untuk menghadirkan gereja Tuhan yang mengakar dan bertumbuh dalam konteks kebhinnekaan Indonesia. (RN)