Jakarta, innews.co.id – Lahir dan dibesarkan di Kabupaten Bogor, membuat wanita cantik bernama lengkap Dita Aditia Ismawati, SE., MM., paham betul akan kondisi di daerahnya tersebut.

Hal itu pula yang membuat hatinya sedih. Betapa tidak! Segudang potensi wisata di wilayahnya ternyata tak mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Dita rajin turun ke masyarakat

Karena itu, Pemilihan Legislatif 2019 dipandang sebagai pintu gerbang untuk Dita benar-benar mengejawantahkan pengabdiannya kepada daerah tercinta.

Untuk itu, Dita memutuskan maju sebagai calon legislatif untuk DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Perindo daerah pemilihan Kabupaten Bogor nomor urut 3.

Dita tengah memberikan sosialisasi kepada masyarakat di Kabupaten Bogor

Dita yang kini menjabat sebagai Direktur Akademi Pariwisata Tridaya ini di ruang kerjanya, Kamis (6/12), memaparkan visi besarnya yakni Menjadikan Kabupaten Bogor sebagai destinasi wisata kreatif terkemuka di Jawa Barat.

Sedang misinya antara lain: membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat di bidang budaya kreatif; meningkatkan keamanan, kenyamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan, keramahan, dan kenangan.

Dita, niat tulus mengabdi bagi kampung halaman

Selain itu, mewujudkan multiflyer effect pariwisata sebagai program prioritas untuk kesejahteraan masyarakat yang pro-job, pro-poor, pro-growth, dan pro-environtment.

Pengalaman Dita sebagai akademisi bidang kepariwisataan memang sangat cocok dalam kaitan pengembangan wisata di Kabupaten Bogor.

Perpanjangan tangan rakyat

Bagi wanita kelahiran 7 Agustus 1988 ini, dirinya kalaupun terpilih tidak merasa sebagai wakil rakyat, tapi perpanjangan tangan masyarakat.

“Saya hanya pelayan masyarakat, bukan sekadar wakil rakyat. Saya harus melayani warga dengan sebaik-baiknya,” kata Wakil Sekjen Bidang Geopolitik dan Strategi Dewan Pimpinan Pusat Garda Rajawali Indonesia (Grind) Perindo ini.

Dita tekun mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat

Dita menyebutkan sejumlah obyek wisata di Kabupaten Bogor yang sangat layak dikembangkan, di antaranya Kaki Gunung Salak, Kebun Teh milik PTPN, Gunung Pongkor, dan sebagainya.

Dita pastikan terus berjuang

“Saya terpanggil membangun kampung halaman agar bisa terkenal dan masyarakatnya hidup sejahtera,” ujar Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Alam DPP Perempuan LIRA ini.

Diakui Dita, Kabupaten Bogor sangat luas, memiliki 40 kecamatan dan nilai APBD sebesar Rp7 triliun. “Ini yang harus dimaksimalkan dan tepat sasaran,” ucap Dita.

Setiap ada kesempatam turun ke masyarakat

Dalam kaitan pengembangan pariwisata, menurut Dita, hal yang harus dibenahi awalnya adalah infrastruktur. “Banyak destinasi wisata yang masih harus dieksplor,” urainya.

Tidak hanya wisata alam, tapi wisata kuliner, wisata budaya, dan lainnya bisa dikembangkan. “Dengan kearifan lokal, Kabupaten Bogor diyakini mampu tampil di level nasional, sampai internasional,” imbuhnya.

Dita meyakini bila pariwisata di Kabupaten Bogor dibenahi, maka perekonomian akan meningkat, UMKM menggeliat, denyut perekonomian masyarakat pun kian berdegup kencang. Ini tentu memberi nilai positif bagi keniscayaan terciptanya masyarakat sejahtera.

Tidak itu saja, pemberdayaan wanita pun akan menjadi concern Dita bila dipercaya masyarakat duduk sebagai anggota dewan.

Dita didukung penuh masyarakat Kabupaten Bogor

Dalam serangkaian kunjungannya ke masyarakat, Dita kian menemui realitas yang mengukuhkan niat hatinya untuk menjadi perpanjangan tangan rakyat sebagai anggota dewan.

Berkenaan dengan Pileg 2019, Dita berharap masyarakat Kabupaten Bogor tetap menjaga keharmonisan, tidak terpecah belah karena perbedaan yang mungkin terjadi.

Secara khusus ia meminta dukungan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bogor agar kerinduannya mengabdi pada tanah kelahirannya bisa terealisasi. “Antarkan Dita sebagai anggota dewan agar kekuatan dalam memperjuangkan suara masyarakat Kabupaten Bogor kian paripurna,” pintanya. (RN)