Protokol pasien corona yang meninggal

Jakarta, innew.co.id – Panduan pengurusan jenazah pasien virus corona yang beragama Katolik dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Katolik Kementerian Agama (Kemenag).

Dalam pesan tertulisnya, Kamis (26/3/2020), Plt Dirjen Bimas Katolik, Aloma Sarumaha menerangkan, “Protokol ini kami susun setelah berkoordinasi dengan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)”. 

Pada prinsipnya, pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit (RS) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Berikut beberapa poin protokol pengurusan jenazah Covid-19 beragama Katolik.

Pertama, pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak RS yang telah ditetapkan Kemenkes.

Kedua, jenazah pasien Covid-19 dipakaikan pakaian sepantasnya lalu dimasukkan ke dalam kantung jenazah berbahan plastik yang tidak dapat tembus air dan dimasukkan ke dalam peti jenazah.

Ketiga, jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti tidak boleh dibuka lagi kecuali dalam keadaan mendesak seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas berwenang. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam.

Keempat, khusus mengenai mengantar jenazah ke pemakaman mengikuti prosedur yang diatur oleh pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan. Sehingga, petugas Gereja Katolik untuk urusan ibadah pemakaman harus mengikuti prosedur tersebut. (IN)